Cara Menginstall Flutter di Windows Menggunakan Android Studio

Flutter dan Android Studio

Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Flutter, yang di Google I/O 2019 diumumkan telah merilis versi 1.5. Apa itu Flutter? Mengutip dari laman websitenya, Flutter adalah “framework UI baru, untuk aplikasi mobile yang diperkenalkan oleh Google. Flutter membantu para programmer membuat aplikasi native berkualitas tinggi baik untuk iOS dan Android”. Di artikel ini penulis juga akan membahasa cara menginstall Flutter di Windows menggunakan Android Studio.

Penulis sempat mencoba menginstall & membuat aplikasi sederhana menggunakan Flutter, mengikuti tutorial di https://flutter.io/get-started/ . Performa aplikasi yang dibuat dengan Flutter, dirasakan penulis tidak ada bedanya dengan aplikasi yang dibuat menggunakan Java. Pun pembuatannya sama2 menggunakan Android Studio.

Mengapa Flutter menarik untuk diikuti perkembangannya? Ada beberapa alasan, menurut penulis.

  1. Flutter bersifat open source. Bisa diartikan Flutter boleh dipakai secara gratis.
  2. Flutter disupport oleh Google. Google sendiri sudah membuat beberapa app menggunakan Flutter.
  3. Kita bisa membuat aplikasi menggunakan Flutter di Android Studio. Karena Flutter menyediakan plugin untuk Android Studio.
  4. Sekali bikin aplikasi menggunakan Flutter, kita bisa membuat file apk untuk dipasang di Google Playstore dan file ipa untuk dipasang di Apple Appstore. Dari pengalaman penulis membuat aplikasi androidnya, performa dan tampilan aplikasi kelihatan sama dengan yang dibuat menggunakan java.
  5. Flutter menggunakan cara yang berbeda dari framework multiplatform lainnya, yang bisa membantu kita membuat aplikasi dengan tampilan menarik dan performa yang lebih bagus. Detailnya bisa dibaca di salah satu artikel Medium ini.

Sekarang penulis akan mencoba membagikan langkah2 cara menginstall Flutter di Windows. Pertama2, buka laman https://flutter.io/get-started/install/ , lalu pilih OS yang digunakan. Penulis sendiri menggunakan Windows 10, jadi untuk selanjutnya akan diperlihatkan langkah2 untuk Windows. Tapi seharusnya tidak jauh beda dengan Linux dan MacOS.

Kemudian ikuti tutorial di https://flutter.dev/docs/get-started/install/windows . Karena di laptop penulis Android Studio 3.4.2 & Emulator (Genymotion / AVD) sudah siap, maka tinggal menginstall Flutter dari git. Buka command prompt, pergi ke folder yang diinginkan misal C:/flutter, lalu jalankan perintah untuk meng-clone Flutter menggunakan git:

git clone -b stable https://github.com/flutter/flutter.git

Setelah prosesnya selesai, tambahkan path untuk user variables di Control Panel. Buka Desktop komputer, klik ikon Windows di kiri bawah, ketik: env , lalu pilih “Edit environment variables for your account”.  Di path user variables, klik Path, lalu klik tombol Edit, lalu tambahkan baris baru yg isinya: C:\flutter\flutter\bin .

Setelah menambahkan path, tutup semua command prompt. Lalu di folder yang ada clone Flutter jalankan perintah untuk mengecek dan menyelesaikan instalasi Flutter:

flutter doctor

Ini screenshot dari laptop penulis, setelah selesai menjalankan perintah “flutter doctor”.
Hasil flutter doctor

Bagian yang ditandai biru, adalah karena kita belum menginstall plugin Flutter dan Dart di Android Studio. Kita akan menginstall plugin tersebut sebentar lagi. Bagian yang ditandai merah, bisa diabaikan jika kita mau menggunakan Android Studio untuk koding Flutter. Bagian warna kuning, ada peringatan “no devices available”. Ini karena penulis sedang tidak menyalakan emulator apapun. Flutter bisa mengenali emulator Genymotion dan emulator AVD bawaan Android Studio.

Setelah 1 emulator Genymotion dinyalakan, dan di command prompt dijalankan perintah

flutter devices

maka hasilnya seperti ini:

hasil flutter devices

Sampai di sini, Flutter sudah mengenali emulator yang sedang berjalan. Instalasi flutter sudah selesai, dan tidak ada masalah di command line. Selanjutnya mengikuti link https://flutter.dev/docs/get-started/editor, kita perlu menginstall 1 Plugin Flutter di Android Studio. Buka Android Studio 3.4.2, buka menu File>Settings>Plugins . Di bagian atas klik Marketplace untuk mencari plugin di marketplace. Lalu ketik: flutter & pencet Enter di keyboard . Jika ada dialog yang muncul, klik Yes untuk menginstal plugin Dart yang dibutuhkan oleh plugin Flutter.install plugin dart

Tunggu proses downloadnya, lalu klik Restart IDE supaya pluginnya bisa jalan di Android Studio. Kalau ada dialog lagi, klik tombol Restart lagi.

Setelah Android Studio terbuka lagi, tunggu proses gradle di bagian bawah sampai selesai, lalu klik File>New>New Flutter Project. Di sini kita bisa memilih tipe project Flutter yang mau kita buat. Apakah berupa aplikasi, plugin, package, atau modul untuk Flutter. Pilih tipe “Flutter Application”, lalu klik Next.Memilih Flutter Application

Selanjutnya, isi inputan nama aplikasi di “project name”, dan di inputan “Flutter SDK Path”, arahkan ke folder repo dari git di langkah awal2 tadi ketika instalasi Flutter. Di artikel ini, foldernya adalah C:\flutter\flutter. Jangan mengklik “Install SDK”, karena kita sudah menginstall SDK menggunakan git. Kemudian pilih Project location, dan terakhir Anda bisa mengubah Project Description jika Anda mau. Kalau sudah, klik tombol Next.

Konfigurasi project Flutter

 

Berikutnya Anda bisa mengisi company domain. Isi dengan: pintar-android.com . Project ini akan memakai library androidx karena androidx sudah tercentang. Project Flutter bisa mendukung Kotlin untuk app android & Swift untuk app iOS, dengan mencentang sesuai kebutuhan. Klik tombol Finish untuk membuka project di Android Studio.

Nama package Flutter

Setelah proses create project selesai, akan tampil project Flutter, siap kita modifikasi. Yang menarik perhatian bagi penulis adalah struktur projectnya. Dari awal sudah disediakan file main.dart yang berperan seperti MainActivity.java di project Java Android Studio, terletak di folder flutter_app (sesuai nama project), lalu di dalam folder lib. Selain itu sudah ada folder android dan ios yang berisi java & C++ yang mempunyai struktur persis seperti project Java & C++ native. Jangan lupa, kita juga bisa menambahkan kode kotlin & swift di project Flutter.

Tampilan project Flutter di Android Studio

Jika kita mau membuat aplikasi menggunakan Flutter, kita menggunakan bahasa pemrograman Dart. Bahasanya cukup simpel & berorientasi obyek, seharusnya tidak terlalu susah untuk mempelajarinya. Apalagi jika sudah pernah koding dengan bahasa Java atau Swift. Penulis sudah mengikuti tutorial di https://flutter.dev/docs/get-started/codelab , dan penulis sudah menguploadnya ke github untuk dipelajari di https://github.com/meidikawardana/startup_namer .

Terakhir, untuk programmer Android, Flutter memberikan beberapa info tambahan supaya bisa menggunakan Flutter dengan memanfaatkan pengetahuan yang sudah dimiliki ketika koding menggunakan java. Bisa dibaca di link https://flutter.dev/docs/get-started/flutter-for/android-devs .

Demikian artikel pintar-android.com mengenai cara menginstall Flutter di Windows, semoga bermanfaat. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman khususnya android.

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

Buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ .

Buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ .

Buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

Buku Onesignal: https://play.google.com/store/books/details?id=4n1oDwAAQBAJ

 

Apa itu app-ads.txt, dan bagaimana cara menambahkan app-ads.txt

Beberapa hari ini banyak programmer android di grup-grup FB yang menanyakan, apa itu app-ads.txt, dan bagaimana cara menambahkan app-ads.txt di aplikasi android mereka. Artikel kali ini akan membahas mengenai app-ads.txt. Semoga membantu.

Gambar: apa itu app-ads.txt

Pada tanggal 9 Agustus 2019, penulis menerima email dari Google Admob mengenai app-ads.txt. Email tersebut sebenarnya cukup jelas memberi petunjuk mengenai app-ads.txt. Bunyi email tersebut kira2 seperti ini:

Menerapkan file app-ads.txt dengan benar sebelum pemberlakuan peraturan app-ads.txt

Google selalu berkomitmen untuk melindungi keamanan pendapatan yang Anda dapatkan dari aplikasi android Anda. Tantangan utama yang dihadapi adalah penipuan inventaris dari pihak2 yang berniat buruk. Untuk membantu para pengiklan memerangi tantangan ini, kami menyiapkan dan menerapkan app-ads.txt di semua system iklan kami untuk memastikan pengeluaran biaya oleh pengiklan dapat sampai ke penerbit iklan yang tepat, yaitu Anda yang memasang iklan di aplikasi Anda.

Apa itu app-ads.txt?

App-ads.txt adalah turunan dari standar ads.txt. App-ads.txt menyediakan mekanisme untuk para pemilik website supaya bisa membuktikan bahwa mereka adalah penerbit iklan yang diakui oleh Google. Tujuan pemasangan app-ads.txt adalah untuk melindungi para pembuat aplikasi dari penipuan iklan.

Apa yang berubah dan apa pengaruhnya untuk Anda?

Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa AdMob akan mendukung dan memberlakukan peraturan terkait app-ads.txt bagi para penerbit iklan yang sudah memasang app-ads.txt di website mereka, mulai 27 Agustus 2019.

Untuk menyiapkan diri terkait perubahan ini, mohon pastikan app-ads.txt yang dipasang di website Anda tidak mengandung error atau typo apapun.

Bagaimana Anda dapat memastikan file app-ads.txt sudah terpasang dengan benar?

Jika file Anda mengandung error atau typo, AdMob akan menghentikan penayangan iklan di aplikasi Anda karena file app-ads.txt yang Anda pasang akan dianggap sebagai obyek penegakan peraturan.

Jadi sangatlah penting untuk memasang file app-ads.txt dan membetulkan semua error sebelum 27 Agustus 2019, atau file app-ads.txt perlu dihapus dari website Anda untuk menghindari kehilangan pendapatan dari iklan yang tidak disengaja.

Karena itu, kami mengundang Anda untuk dengan hati-hati memeriksa file app-ads.txt Anda jika Anda sudah memasang file tersebut sebelum tanggal deadline. File tersebut harus dipasang di folder utama di website Anda yang terdaftar di Google Play Store atau iOS App Store.

Demikian penjelasan dari Google via email yang penulis terjemahkan ke bahasa Indonesia. Nah, sekarang bagaimana cara memasang file app-ads.txt? Berikut ini langkah2nya.

Langkah pertama. Cari ID publisher Admob Anda. biasanya formatnya adalah: pub-xxxxxxxxxxxxxxxx, dengan “x” adalah angka misalnya pub-9679776591517154. ID publisher ini bisa dilihat di email yang dikirimkan oleh Google Admob ke Anda, contohnya seperti ini.
ID Publisher Admob

Langkah kedua. buat file teks, dan beri nama app-ads.txt ke file tersebut. contoh isinya seperti berikut ini:

google.com, pub-9679776591517154, DIRECT

Anda harus mengganti “pub-9679776591517154” menjadi sesuai dengan id publisher admob Anda sendiri. dan file app-ads.txt harus hanya berisi 1 baris tersebut.

Langkah ketiga. upload file tersebut ke website / domain sesuai yg tertulis di aplikasi Anda di google playstore. Anda bisa mencari website tersebut di Google Play Console Anda. contohnya sebagai berikut:alamat website aplikasi android

Di gambar di atas, websitenya adalah https://pintar-android.com. Anda harus bisa mengupload file app-ads.txt ke website tersebut, sehingga alamatnya akan menjadi misalnya https://pintar-android.com/app-ads.txt . Tidak diperbolehkan mengupload ke subdomain. harus ke website utama yang terdaftar di Google Play Console.

Demikianlah artikel pintar-android.com kali ini. semoga membantu.

Jangan lupa like page pintar-android.com di FB untuk artikel-artikel seputar pemrograman android.

Untuk yang ingin belajar android, ada beberapa buku di Google Play dari pintar-android.com: