Cara Menginstall Flutter di Windows Menggunakan Android Studio

Flutter dan Android Studio

Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Flutter, yang di Google I/O 2019 diumumkan telah merilis versi 1.5. Apa itu Flutter? Mengutip dari laman websitenya, Flutter adalah “framework UI baru, untuk aplikasi mobile yang diperkenalkan oleh Google. Flutter membantu para programmer membuat aplikasi native berkualitas tinggi baik untuk iOS dan Android”. Di artikel ini penulis juga akan membahasa cara menginstall Flutter di Windows menggunakan Android Studio.

Penulis sempat mencoba menginstall & membuat aplikasi sederhana menggunakan Flutter, mengikuti tutorial di https://flutter.io/get-started/ . Performa aplikasi yang dibuat dengan Flutter, dirasakan penulis tidak ada bedanya dengan aplikasi yang dibuat menggunakan Java. Pun pembuatannya sama2 menggunakan Android Studio.

Mengapa Flutter menarik untuk diikuti perkembangannya? Ada beberapa alasan, menurut penulis.

  1. Flutter bersifat open source. Bisa diartikan Flutter boleh dipakai secara gratis.
  2. Flutter disupport oleh Google. Google sendiri sudah membuat beberapa app menggunakan Flutter.
  3. Kita bisa membuat aplikasi menggunakan Flutter di Android Studio. Karena Flutter menyediakan plugin untuk Android Studio.
  4. Sekali bikin aplikasi menggunakan Flutter, kita bisa membuat file apk untuk dipasang di Google Playstore dan file ipa untuk dipasang di Apple Appstore. Dari pengalaman penulis membuat aplikasi androidnya, performa dan tampilan aplikasi kelihatan sama dengan yang dibuat menggunakan java.
  5. Flutter menggunakan cara yang berbeda dari framework multiplatform lainnya, yang bisa membantu kita membuat aplikasi dengan tampilan menarik dan performa yang lebih bagus. Detailnya bisa dibaca di salah satu artikel Medium ini.

Sekarang penulis akan mencoba membagikan langkah2 cara menginstall Flutter di Windows. Pertama2, buka laman https://flutter.io/get-started/install/ , lalu pilih OS yang digunakan. Penulis sendiri menggunakan Windows 10, jadi untuk selanjutnya akan diperlihatkan langkah2 untuk Windows. Tapi seharusnya tidak jauh beda dengan Linux dan MacOS.

Kemudian ikuti tutorial di https://flutter.dev/docs/get-started/install/windows . Karena di laptop penulis Android Studio 3.4.2 & Emulator (Genymotion / AVD) sudah siap, maka tinggal menginstall Flutter dari git. Buka command prompt, pergi ke folder yang diinginkan misal C:/flutter, lalu jalankan perintah untuk meng-clone Flutter menggunakan git:

git clone -b stable https://github.com/flutter/flutter.git

Setelah prosesnya selesai, tambahkan path untuk user variables di Control Panel. Buka Desktop komputer, klik ikon Windows di kiri bawah, ketik: env , lalu pilih “Edit environment variables for your account”.  Di path user variables, klik Path, lalu klik tombol Edit, lalu tambahkan baris baru yg isinya: C:\flutter\flutter\bin .

Setelah menambahkan path, tutup semua command prompt. Lalu di folder yang ada clone Flutter jalankan perintah untuk mengecek dan menyelesaikan instalasi Flutter:

flutter doctor

Ini screenshot dari laptop penulis, setelah selesai menjalankan perintah “flutter doctor”.
Hasil flutter doctor

Bagian yang ditandai biru, adalah karena kita belum menginstall plugin Flutter dan Dart di Android Studio. Kita akan menginstall plugin tersebut sebentar lagi. Bagian yang ditandai merah, bisa diabaikan jika kita mau menggunakan Android Studio untuk koding Flutter. Bagian warna kuning, ada peringatan “no devices available”. Ini karena penulis sedang tidak menyalakan emulator apapun. Flutter bisa mengenali emulator Genymotion dan emulator AVD bawaan Android Studio.

Setelah 1 emulator Genymotion dinyalakan, dan di command prompt dijalankan perintah

flutter devices

maka hasilnya seperti ini:

hasil flutter devices

Sampai di sini, Flutter sudah mengenali emulator yang sedang berjalan. Instalasi flutter sudah selesai, dan tidak ada masalah di command line. Selanjutnya mengikuti link https://flutter.dev/docs/get-started/editor, kita perlu menginstall 1 Plugin Flutter di Android Studio. Buka Android Studio 3.4.2, buka menu File>Settings>Plugins . Di bagian atas klik Marketplace untuk mencari plugin di marketplace. Lalu ketik: flutter & pencet Enter di keyboard . Jika ada dialog yang muncul, klik Yes untuk menginstal plugin Dart yang dibutuhkan oleh plugin Flutter.install plugin dart

Tunggu proses downloadnya, lalu klik Restart IDE supaya pluginnya bisa jalan di Android Studio. Kalau ada dialog lagi, klik tombol Restart lagi.

Setelah Android Studio terbuka lagi, tunggu proses gradle di bagian bawah sampai selesai, lalu klik File>New>New Flutter Project. Di sini kita bisa memilih tipe project Flutter yang mau kita buat. Apakah berupa aplikasi, plugin, package, atau modul untuk Flutter. Pilih tipe “Flutter Application”, lalu klik Next.Memilih Flutter Application

Selanjutnya, isi inputan nama aplikasi di “project name”, dan di inputan “Flutter SDK Path”, arahkan ke folder repo dari git di langkah awal2 tadi ketika instalasi Flutter. Di artikel ini, foldernya adalah C:\flutter\flutter. Jangan mengklik “Install SDK”, karena kita sudah menginstall SDK menggunakan git. Kemudian pilih Project location, dan terakhir Anda bisa mengubah Project Description jika Anda mau. Kalau sudah, klik tombol Next.

Konfigurasi project Flutter

 

Berikutnya Anda bisa mengisi company domain. Isi dengan: pintar-android.com . Project ini akan memakai library androidx karena androidx sudah tercentang. Project Flutter bisa mendukung Kotlin untuk app android & Swift untuk app iOS, dengan mencentang sesuai kebutuhan. Klik tombol Finish untuk membuka project di Android Studio.

Nama package Flutter

Setelah proses create project selesai, akan tampil project Flutter, siap kita modifikasi. Yang menarik perhatian bagi penulis adalah struktur projectnya. Dari awal sudah disediakan file main.dart yang berperan seperti MainActivity.java di project Java Android Studio, terletak di folder flutter_app (sesuai nama project), lalu di dalam folder lib. Selain itu sudah ada folder android dan ios yang berisi java & C++ yang mempunyai struktur persis seperti project Java & C++ native. Jangan lupa, kita juga bisa menambahkan kode kotlin & swift di project Flutter.

Tampilan project Flutter di Android Studio

Jika kita mau membuat aplikasi menggunakan Flutter, kita menggunakan bahasa pemrograman Dart. Bahasanya cukup simpel & berorientasi obyek, seharusnya tidak terlalu susah untuk mempelajarinya. Apalagi jika sudah pernah koding dengan bahasa Java atau Swift. Penulis sudah mengikuti tutorial di https://flutter.dev/docs/get-started/codelab , dan penulis sudah menguploadnya ke github untuk dipelajari di https://github.com/meidikawardana/startup_namer .

Terakhir, untuk programmer Android, Flutter memberikan beberapa info tambahan supaya bisa menggunakan Flutter dengan memanfaatkan pengetahuan yang sudah dimiliki ketika koding menggunakan java. Bisa dibaca di link https://flutter.dev/docs/get-started/flutter-for/android-devs .

Demikian artikel pintar-android.com mengenai cara menginstall Flutter di Windows, semoga bermanfaat. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman khususnya android.

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

Buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ .

Buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ .

Buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

Buku Onesignal: https://play.google.com/store/books/details?id=4n1oDwAAQBAJ

 

Apa itu app-ads.txt, dan bagaimana cara menambahkan app-ads.txt

Beberapa hari ini banyak programmer android di grup-grup FB yang menanyakan, apa itu app-ads.txt, dan bagaimana cara menambahkan app-ads.txt di aplikasi android mereka. Artikel kali ini akan membahas mengenai app-ads.txt. Semoga membantu.

Gambar: apa itu app-ads.txt

Pada tanggal 9 Agustus 2019, penulis menerima email dari Google Admob mengenai app-ads.txt. Email tersebut sebenarnya cukup jelas memberi petunjuk mengenai app-ads.txt. Bunyi email tersebut kira2 seperti ini:

Menerapkan file app-ads.txt dengan benar sebelum pemberlakuan peraturan app-ads.txt

Google selalu berkomitmen untuk melindungi keamanan pendapatan yang Anda dapatkan dari aplikasi android Anda. Tantangan utama yang dihadapi adalah penipuan inventaris dari pihak2 yang berniat buruk. Untuk membantu para pengiklan memerangi tantangan ini, kami menyiapkan dan menerapkan app-ads.txt di semua system iklan kami untuk memastikan pengeluaran biaya oleh pengiklan dapat sampai ke penerbit iklan yang tepat, yaitu Anda yang memasang iklan di aplikasi Anda.

Apa itu app-ads.txt?

App-ads.txt adalah turunan dari standar ads.txt. App-ads.txt menyediakan mekanisme untuk para pemilik website supaya bisa membuktikan bahwa mereka adalah penerbit iklan yang diakui oleh Google. Tujuan pemasangan app-ads.txt adalah untuk melindungi para pembuat aplikasi dari penipuan iklan.

Apa yang berubah dan apa pengaruhnya untuk Anda?

Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa AdMob akan mendukung dan memberlakukan peraturan terkait app-ads.txt bagi para penerbit iklan yang sudah memasang app-ads.txt di website mereka, mulai 27 Agustus 2019.

Untuk menyiapkan diri terkait perubahan ini, mohon pastikan app-ads.txt yang dipasang di website Anda tidak mengandung error atau typo apapun.

Bagaimana Anda dapat memastikan file app-ads.txt sudah terpasang dengan benar?

Jika file Anda mengandung error atau typo, AdMob akan menghentikan penayangan iklan di aplikasi Anda karena file app-ads.txt yang Anda pasang akan dianggap sebagai obyek penegakan peraturan.

Jadi sangatlah penting untuk memasang file app-ads.txt dan membetulkan semua error sebelum 27 Agustus 2019, atau file app-ads.txt perlu dihapus dari website Anda untuk menghindari kehilangan pendapatan dari iklan yang tidak disengaja.

Karena itu, kami mengundang Anda untuk dengan hati-hati memeriksa file app-ads.txt Anda jika Anda sudah memasang file tersebut sebelum tanggal deadline. File tersebut harus dipasang di folder utama di website Anda yang terdaftar di Google Play Store atau iOS App Store.

Demikian penjelasan dari Google via email yang penulis terjemahkan ke bahasa Indonesia. Nah, sekarang bagaimana cara memasang file app-ads.txt? Berikut ini langkah2nya.

Langkah pertama. Cari ID publisher Admob Anda. biasanya formatnya adalah: pub-xxxxxxxxxxxxxxxx, dengan “x” adalah angka misalnya pub-9679776591517154. ID publisher ini bisa dilihat di email yang dikirimkan oleh Google Admob ke Anda, contohnya seperti ini.
ID Publisher Admob

Langkah kedua. buat file teks, dan beri nama app-ads.txt ke file tersebut. contoh isinya seperti berikut ini:

google.com, pub-9679776591517154, DIRECT

Anda harus mengganti “pub-9679776591517154” menjadi sesuai dengan id publisher admob Anda sendiri. dan file app-ads.txt harus hanya berisi 1 baris tersebut.

Langkah ketiga. upload file tersebut ke website / domain sesuai yg tertulis di aplikasi Anda di google playstore. Anda bisa mencari website tersebut di Google Play Console Anda. contohnya sebagai berikut:alamat website aplikasi android

Di gambar di atas, websitenya adalah https://pintar-android.com. Anda harus bisa mengupload file app-ads.txt ke website tersebut, sehingga alamatnya akan menjadi misalnya https://pintar-android.com/app-ads.txt . Tidak diperbolehkan mengupload ke subdomain. harus ke website utama yang terdaftar di Google Play Console.

Demikianlah artikel pintar-android.com kali ini. semoga membantu.

Jangan lupa like page pintar-android.com di FB untuk artikel-artikel seputar pemrograman android.

Untuk yang ingin belajar android, ada beberapa buku di Google Play dari pintar-android.com:

Google I/O 2019 Sedang Berlangsung (7 – 9 Mei 2019)

Perhelatan akbar yang digelar oleh Google setiap tahunnya, Google I/O sedang berlangsung sekarang. Untuk developer2 yang sudah mempunyai akun Google Play, pasti menerima email dari Google mengenai acara yang relevan sesuai masing2 developer. Admin pintar-android.com menerima email seperti ini:

Email dari Google yang diterima pintar-android.com mengenai Google I/O 2019
Google I/O 2019 7 – 9 Mei 2019

Jadwal lengkapnya bisa dicek di: https://events.google.com/io/schedule/events

Di link tersebut, bisa difilter event2 yang mau dilihat, seperti ini:

Event2 yang saya sarankan untuk programmer android, adalah yang di link ini: https://events.google.com/io/schedule/events?4=topic_androidplay&4=topic_firebase&4=topic_design&4=topic_flutter&4=topic_locationmaps

Ada juga Youtube playlist untuk menyaksikan semua sesi di Google I/O 2019, di link: https://www.youtube.com/watch?v=lyRPyRKHO8M&list=PLOU2XLYxmsILVTiOlMJdo7RQS55jYhsMi

Demikian posting kali ini, semoga membantu 🙂

Selamat Tahun Baru 2019 dari pintar-android.com (bonus: email tahun baru dari Google Play)

Pagi ini, admin mendapatkan email tahun baru dari Google Play. Admin juga ingin turut mengucapkan selamat tahun baru 2019, beserta beberapa patah kata.

Sebagai developer aplikasi BEI5000 (10.000+ download) dan DEBM (100.000+ download), di kesempatan ini admin ingin mengajak para developer khususnya yang di Indonesia untuk  belajar dan mengupgrade kemampuan supaya bisa lebih memanfaatkan fitur2 yang sudah disediakan oleh Google sampai saat ini.

 

gambar selamat tahun baru 2019 dari pintar-android.com

 

Admin banyak mengamati grup2 developer android di Facebook. Banyak sekali pertanyaan2 yang admin rasa bisa diselesaikan dengan kemauan yang besar untuk Googling dan belajar bahasa Inggris. Problem utama yang admin tangkap untuk developer android di Indonesia, hanya 2 itu. Jika itu sudah diatasi, maka kita bisa lanjut belajar mengenai hal2 yang lebih tinggi, seperti AI yang sekarang sudah menjadi bagian inti dari sistem operasi Android P, arsitektur komponen, android jetpack, fitur Slice,  dan masih banyak lagi di masa yang akan datang.

Admin juga ingin belajar bersama dengan sebanyak mungkin developer, sambil membagi ilmu melalui artikel2 dan buku2 di pintar-android.com. Semoga di tahun 2019, admin bisa membuat lebih banyak lagi artikel & buku seputar dunia pemrograman android, yang berguna untuk para developer di tanah air. Admin juga menerima saran & kritik teman2, karena tidak ada yang sempurna selama kita masih diberi kesempatan untuk berkarya.

Berikut ini adalah email yang admin terima dari Google Play pagi ini. banyak sekali informasi yang pastinya berguna untuk pengembangan aplikasi android.

https://pintar-android.com/berita/selamat_tahun_baru_2019_dari_google_play.html

 

Untuk yang ingin belajar android, ada beberapa buku di Google Play dari pintar-android.com:

Metode Serupa setTimeout Javascript di Android

Artikel kali ini menjelaskan mengenai persamaan metode setTimeout javascript di android, yang bisa dituliskan dengan bahasa Java maupun Kotlin

Untuk teman2 yang pernah koding di Javascript, kemungkinan besar sudah pernah pakai metode setTimeout. Untuk yang belum pernah pakai, metode ini bisa mengatur supaya kodingan yang kita tuliskan, akan jalan di waktu yang kita tetapkan. Misal kita mau supaya kodingan tersebut jalan 5 detik setelah web / aplikasi kita jalan. Maka di Javascript, kita bisa menuliskan perintah seperti ini:

setTimeout( 
 function() {
 console.log("Kodingan ini akan jalan 5 detik setelah script ini mulai jalan");
 },
5000); //dalam satuan milidetik

Nah, bagaimana membuat kodingan serupa di Android? Untuk bahasa Java, kita bisa menuliskan sebagai berikut ini:

new android.os.Handler().postDelayed(
    new Runnable() {
        public void run() {
            Log.i("tag", "Kodingan ini akan jalan 5 detik setelah script ini mulai jalan");
        }
    }, 
300);

Bagaimana jika kita menuliskan dengan bahasa Kotlin? berikut ini kodingannya.

Handler().postDelayed({
    Log.i("tag", "Kodingan ini akan jalan 5 detik setelah script ini mulai jalan");
}, 5000)

Demikianlah kita bisa menuliskan perintah sederhana untuk menjalankan kodingan sesuai waktu yang kita inginkan di android.

Semoga artikel ini berguna. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman, khususnya android.

Menjalankan Aplikasi Dari Android Studio ke Hape Lewat Wifi

Tutorial kali ini akan menjelaskan mengenai bagaimana menjalankan aplikasi dari Android Studio ke hape lewat Wifi tanpa mengkoneksikan hape ke laptop pakai kabel USB. Dalam artikel ini kita akan memakai Android Studio 3.0.1, meskipun bisa juga dipakai di Android Studio 2.x.x.  Install dulu pluginnya: https://github.com/pedrovgs/AndroidWiFiADB#installation. Supaya semua yang dijelaskan di artikel ini bisa jalan, laptop dan hape harus terhubung ke jaringan wifi yang sama.



Pertama2, buat dulu project baru di Android Studio, atau kalau sudah pernah membuat project sebelumnya, bisa memakai project yang sudah ada. Kemudian siapkan hape dan nyalakan USB Debugging, dan sambungkan hape tersebut ke laptop pakai kabel USB. Pastikan hape tersebut terdeteksi oleh Android Studio di tab Logcat. Contohnya seperti gambar di bawah ini, penulis memakai hape Xiaomi Redmi 5A.
Pastikan hape terdeteksi di Android Studio

Kemudian di sisi kanan, cari tab Android Wifi ADB. Jika tab tersebut diklik, akan terbuka kotak di kanan seperti gambar berikut ini.klik Android Wifi ADB

Ternyata dia mendeteksi juga hape yang tersambung lewat USB. Klik tombol Connect, untuk menyambungkan hape ke Android Wifi ADB. Setelah itu kolom “state” akan berubah menjadi “connected” dan ada notifikasi muncul di bawah. Lihat gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.Hape terkoneksi ke Android Wifi ADB

Sekarang kita bisa mencabut kabel USB yang menghubungkan hape dengan laptop. Dan di Android Wifi ADB, hape kita tetap terkoneksi! Ini artinya hape sudah terkoneksi dengan Android Studio via Wifi.hape masih terkoneksi meskipun kabel USB sudah dilepas

Sekarang jika kita jalankan project kita yang di Android Studio, maka aplikasinya akan dijalankan langsung ke hape.jalankan aplikasi ke hape yang terkoneksi via wifi

Semoga artikel ini bermanfaat. Like page pintar-android.com di Facebook (https://www.facebook.com/pintarandroid101) untuk mendapatkan notifikasi artikel2 berikutnya. Pasti berguna untuk Anda!

Aplikasi jalan di hape dengan wifi usb

Apakah artikel ini berguna?  tulis di komentar!

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ

buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ

buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .

bayarnya bs pake pulsa



Nox: Bermain Game Android Di Komputer

layar utama Nox

Artikel kali ini akan membahas mengenai Nox, salah satu emulator terbaru berbasis Android. Seperti emulator-emulator android lainnya, Nox memungkinkan kita menjalankan aplikasi android di komputer kita. Nox dibuat oleh sekumpulan programmer dari Hong Kong. Mereka bertujuan membuat software App player terbaik yang disukai oleh pengguna mobile App dan game di seluruh dunia.

Mengapa Menggunakan Nox?

Menurut pengalaman penulis, Nox berbeda dengan emulator-emulator android yang lain. Penulis sudah pernah mencoba beberapa emulator android. Misalnya emulator AVD bawaan Eclipse, emulator AVD bawaan Android Studio, emulator BlueStacks, dan emulator Genymotion. Dari pengalaman penulis, Nox adalah emulator yang cara installnya paling simpel, paling hemat RAM, dan yang paling penting menurut penulis adalah terasa paling ringan ketika dipakai. Ini membuat Nox sangat ideal untuk bermain game-game jaman now yang lumayan berat 😀

Cara menginstall Nox

Cara install Nox cukup mudah. Kita tinggal download di https://id.bignox.com/ , kemudian tekan tombol Unduh.

Unduh Emulator Nox

Penulis menggunakan laptop dengan OS Windows 10. Nox tersedia untuk OS Windows & Mac. Seharusnya proses instalasinya tidak jauh beda, antara di Windows dan di Mac. Setelah selesai mengunduh, jalankan file instalasinya. Penulis mendapat versi 6.0.2.0, yang dirilis tanggal 10 Januari 2018. Besar filenya 290 MB.

Kalau file instalasinya dijalankan, akan muncul jendela instalasi seperti ini. Kita tinggal mengklik tombol “Install” di tengah.

menginstall nox

Kemudian tunggu proses instalasinya sampai selesai. Penulis hanya menunggu kurang dari 1 menit, memakai laptop prosesor i7 & RAM 12GB.

Proses Instalasi Nox

Setelah proses instalasinya selesai, kita tinggal mengklik tombol Start untuk mulai menjalankan emulatornya. Jadi kita hanya perlu mengklik 2 tombol untuk menginstall & menjalankan Nox. Sangat efisien, bukan? He3..

Menjalankan Nox

Setelah mengklik tombol Start, ada proses untuk memulai emulatornya. Ini juga hanya berlangsung beberapa detik.

Nox mulai berjalan



Tutorial Penggunaan Nox

Kemudian ada 5 layar untuk tutorial penggunaannya. Tutorial ini hanya akan muncul ketika kita pertama kali menjalankan Nox. Berikut ini layar tutorial Nox yang pertama, menjelaskan fitur2 dasar Nox: Mengubah tema, mengelola resolusi tampilan, performa & shortcuts, mengakses fungsi getar, lokasi virtual dsb, shortcut layar rekomendasi app & game dan terakhir tombol-tombol utama yaitu Back, Home dan Recent tasks. Kita bisa mengklik bulatan ikon panah di kanan tengah untuk ke layar tutorial berikutnya.

tutorial pertama nox

Tutorial berikutnya menjelaskan fitur kontrol keyboard & mapping. Kita bisa memakai fitur ini untuk menggerakkan karakter2 ketika kita bermain game. Klik lagi bulatan di kanan untuk lanjut.

layar tutorial kedua nox

Layar tutorial ketiga menjelaskan fitur drag-drop file. Kita bisa menekan sambil menggeser file dari komputer ke jendela nox untuk membuat salinan file tersebut di nox.

layar tutorial ketiga nox

Layar tutorial ke-4 menjelaskan cara-cara instalasi aplikasi di emulator Nox. ada 3 cara. drag-drop apk nya, install dari google playstore, dan terakhir cari kemudian pilih file apk dari komputer.

layar tutorial nox ke-4

Tutorial terakhir menunjukkan banyak fitur Nox yang bisa kita akses cuma dengan mengklik ikon2 kecil di sebelah kanan. Fitur2 ini diantaranya adalah pengaturan lokasi virtual, fitur untuk merekam layar, mengambil screenshot, merotasi layar dan masih banyak lagi. Kemudian kita bisa mengklik tombol “Got It!” di bagian kanan bawah untuk mulai menggunakan Nox.

layar tutorial terakhir Nox

Akhirnya layar utama Nox muncul. Kita bisa memakai Nox untuk bermain game, menguji coba APK (untuk yang mengembangkan aplikasi android), bahkan selfie karena Nox bisa mengambil foto dengan memanfaatkan webcam di komputer / laptop kita, dengan aplikasi kamera di Nox.

layar utama Nox

Kesimpulan Mengenai Nox

Setelah memakai Nox selama beberapa hari, kesimpulan penulis mengenai emulator Nox adalah:
1. Nox lebih ringan jalannya dibandingkan emulator2 android lain yang ada saat ini.

2. Cara install Nox lumayan simpel.

3. Nox cocok untuk bermain game android di komputer

4. Satu-satunya kelemahan Nox menurut penulis adalah versi terbaru saat ini (ketika artikel ini ditulis), Nox masih hanya support OS Android Kitkat 4.4.2.

Demikian artikel pintar-android.com mengenai Nox. Anda bisa mengakses artikel-artikel lainnya di http://pintar-android.com/wordpress. Apakah Anda belum / sudah menggunakan Nox? Jika sudah, Anda bisa menulis pendapat di kolom komentar di bawah ini 🙂

Semoga artikel ini bermanfaat. Like page pintar-android.com di Facebook (https://www.facebook.com/pintarandroid101) untuk mendapatkan notifikasi artikel2 berikutnya. Pasti berguna untuk Anda!

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ

buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ

buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .

bayarnya bs pake pulsa

Review Xiaomi Redmi 5A Beli Di Lazada

Artikel kali ini akan membahas review mengenai Xiaomi Redmi 5A. Tapi sebelumnya, penulis akan menceritakan dari awal, yaitu pemesanannya lewat flashsale Lazada.

Pesan di Lazada pas FlashSale

Sebagai penggemar produk2 Xiaomi (terutama yang murah2 he3..), penulis tidak ketinggalan dengan flashsale Redmi 5A di Lazada. Sampai artikel ini ditulis, Flashsale Redmi 5A sudah dilakukan 2x oleh Lazada, yaitu tanggal 28 Desember 2017 dan 3 Januari 2018, masing2nya jam 11 pagi. Penulis tidak sempat ikut yang flashsale pertama tanggal 28 Desember, karena sibuk dengan anak & kerjaan yg menumpuk. Akhirnya supaya tidak kelewatan lagi, penulis menginstall aplikasi Lazada di hape, & mengisi email di laman https://www.lazada.co.id/redmi-5a-launch/ supaya dikirimi kabar oleh Lazada jika ada flashsale lagi.
Tanggal 3 Januari jam 10 pagi, penulis dapat notifikasi di aplikasi android Lazada. Lazada juga mengirimkan email ke penulis. Flashsale-nya jam 11. Tapi penulis iseng2 membuka halaman Redmi 5A di Lazada. Setelah refresh halaman beberapa kali, ternyata tombol “BELI” sudah aktif jam 10.59 pagi. 1 menit sebelum flashsale. Penulis merasa sangat beruntung he3..
Setelah memencet “BELI”, penulis memencet halaman pembayaran, lalu memilih COD.

Setelah itu perjuangan sebenarnya baru dimulai. Penulis memencet tombol “PESAN”, dan setelah ada dialog loading, ternyata halaman berubah menjadi halaman info kalau website Lazada sedang down. Penulis tidak menyerah. coba lagi beberapa kali, sempat juga coba di hape. Untungnya sistem Lazada sudah memasukkan barangnya ke troli, dan setelah kurang lebih 19 menit menegangkan (halah :D) akhirnya Lazada menerima pesanan penulis.

Besoknya, sekitar jam 13.30, tanggal 4 Januari kurir sampai di rumah penulis. Kalimat pertama dari si kurir: “Kok bisa dapat, mas?”. Wkwkwk.. penulis serasa jadi hacker profesional. Ya saya jawab aja sedikit curi start, lalu ga nyerah sampai dapat hapenya. Kurir cerita bagaimana flashsale ini diborong oleh para penjual hape di BEC (pusat elektronik di Bandung) dengan memakai cheat & hack. Ya syukurlah penulis masih bisa dapat.. Kalau sudah jodoh memang ngga kemana. He3..

Unboxing Xiaomi Redmi 5A

Penampakan video ketika hape diterima penulis:



Setelah dibuka, ini isinya.

Box Xiaomi Redmi 5A dari Lazada

tampak samping Xiaomi Redmi 5A

box xiaomi redmi 5A tampak samping

ini tampak atas

box xiaomi redmi 5A tampak atas

tampak bawahnya:

box xiaomi redmi 5A tampak bawah

Box nya dibungkus plastik tipis transparan. setelah membuka plastik tipisnya, kotaknya bisa dibuka. Penampakannya seperti ini.

unboxing redmi 5A

Isi lengkapnya seperti ini.

Paket Xiaomi Redmi 5A dari Flashsale Lazada

Seperti bisa dilihat di atas, dari kiri atas ke kanan bawah: Lembaran manual / cara pengoperasian, kartu garansi, box (dan pembuka slot SIM Card – Memori Card), kartu IM3, kabel USB, colokan USB, dan tutup box. Yang paling menyita perhatian saya adalah: tidak ada headphone / headset. Ya.. gimana lagi. Harga cuma 1jt he3.. kartu SIM IM3 sudah ada di dalam hape ketika box nya dibuka.

Review Xiaomi Redmi 5A

Setelah itu, saya coba colokkan hape ke listrik buat di-charge. Ternyata daya nya masih 68%. Ini penampakannya ketika saya charge pertama kali. Kira2 1 menit, udah jadi 69%. Padahal dari yang saya baca2 di sumber lain di internet, Redmi 5A tidak mendukung fitur Fast Charging.

Xiaomi Redmi 5A di-charge pertama kali

Redmi 5A di-charge pertama kali

Bagian belakang hapenya seperti ini. Ada warning (peringatan) supaya tidak membuka perangkat hape, dan ada stiker IMEI serta SN yg menempel. Jangan lupa, cepat2 lindungi stiker ini dengan selotip supaya tulisannya tidak rusak. Kalau tulisan stiker IMEI / SN rusak, bisa repot ngurus garansinya.

Tampak belakang Xiaomi Redmi 5A dari Flashsale Lazada

Sambil dicharging, saya nyalakan hapenya. Tombol powernya ada di kanan hape kalau kita lihat hape dari depan. Ini layar pertama yang tampil:

Layar pertama yang tampil ketika hape pertama kali dinyalakan. Xiaomi Redmi 5A

Xiaomi Redmi 5A memang sudah disupport MIUI 9, dengan OS Android Nougat 7.1.2. Semoga aja bisa diupgrade ke Oreo. He3..

Tampilan lockscreennya seperti ini:

Lockscreen Xiaomi Redmi 5A dari flashsale Lazada

Pertama kali hape nyala, langsung ada 4 SMS masuk dari Indosat. Ini salah satunya.

SMS dari Indosat ketika pertama kali menyalakan hape Xiaomi Redmi 5A dari flashsale Lazada

Ketika saya pertama kali cek update utk firmware nya, sudah terupdate ke firmware terbaru dari Xiaomi. MUI 9.1.8.0.

Xiaomi Redmi 5A sudah mendukung MIUI 9

Spesifikasi detailnya seperti ini. Yang paling menarik tentu saja RAMnya, sudah 2GB. Internal memorinya juga sudah 16GB.

Spesifikasi Xiaomi Redmi 5A flashsale Lazada

Dari internal memori 16GB, yang benar2 bisa kita pakai sebesar 10,51GB. Jadi OS & MIUI sudah memakan 5,5GB. Untuk aplikasi2 dan file2nya dari pabrikan kira2 2GB, jadi sisanya yang bisa kita pakai untuk foto2, video, aplikasi tambahan dan sebagainya kira2 7GB. Info ini penulis dapatkan setelah menginstall aplikasi Mi Explorer dari Google Playstore.

Memori internal Xiaomi Redmi 5A

Setelah itu, hape ini penulis bawa di saku sambil motoran. di tengah jalan, beberapa kali dicek maklum hape baru takut jatuh he3.. Setelah sampai di tujuan, lumayan kaget, screenguardnya mulai menggelembung terutama dari kanan atas. Sepertinya karena screenguard ini memang ngga untuk dipakai lama. Hanya supaya layarnya terlindung ketika dikirim.

Screenguard default Xiaomi Redmi 5A menggelembung dimana2

Akhirnya besoknya, penulis memesan screenguard Xiaomi Redmi 5A. Untungnya ada di Tokopedia & bisa diantar lewat Go-send. Tokopedia, gitu loh.. he3..

Berikutnya yang dicek oleh penulis adalah kartu SIM nya. Kartu SIM nya akhirnya diganti menjadi Axis untuk internetan. Penulis sempat salah memasang kartu SIM. ini cara pasang kartu SIM yang salah:

cara pasang sim card yang salah untuk hape Xiaomi Redmi 5A

Cara pasang yang benar, hapenya menghadap belakang dan kartu SIM hadap depan, seperti ini.

cara pasang sim card yang benar untuk hape Xiaomi Redmi 5A

Setelah kartu SIM terpasang dengan benar, penulis iseng2 liat2 aplikasi yg sudah terpasang dari pabrikan Xiaomi. Ada aplikasi yang lumayan menarik, yaitu Mi Remote. Aplikasi ini memanfaatkan fitur IR (Infrared) yang disematkan di Xiaomi Redmi 5A. Hasilnya, kita bisa mengubah hape ini jadi remote control untuk TV LED & TV digital lainnya. Penulis senang setengah mati dengan fitur ini. Ha3..

Aplikasi Mi Remote bisa mengubah hape Xiaomi Redmi 5A jadi remote control TV digital

Selanjutnya penulis iseng2 ngecek adaptornya. Ternyata adaptor Xiaomi Redmi 5A lebih kecil daripada Xiaomi Redmi 2, meskipun daya baterainya lebih besar. Ini adaptor Xiaomi Redmi 2. Output DC 5.0V – 2000mA

adaptor Redmi 2

Sedangkan ini adaptor Xiaomi Redmi 5A. Output DC 5.0V – 1000mA.

adaptor Xiaomi Redmi 5A

Bisa dikatakan ini juga untuk mengurangi harga jualnya. Masih ingat, hape ini harganya cuma sejuta? He3..

Yang terakhir, dan ngga kalah penting (terutama untuk cewe2), adalah kualitas kameranya. Bisa dibandingkan, ini pakai kamera Redmi 2:

Dan ini hasil kamera Xiaomi Redmi 5A:

Hasilnya lebih tajam, detail, dan warnanya lebih hangat. Kamera Xiaomi Redmi 5A memang sudah 13MP, sedangkan kamera Xiaomi Redmi 2 masih 8MP.

Sampai di sini, review Xiaomi Redmi 5A yang bisa disampaikan oleh penulis. Terakhir, ini penampakan hapenya setelah dikasih screenguard.


Semoga artikel ini bermanfaat. Like page pintar-android.com di Facebook (https://www.facebook.com/pintarandroid101) untuk mendapatkan notifikasi artikel2 berikutnya. Pasti berguna untuk Anda!

Lowongan Web Programmer Di Area Bandung

[CLOSED / Sudah ada yg diterima] DEBM adalah sebuah perusahaan yang sedang berkembang, membutuhkan web programmer di area Bandung sebagai berikut:

logo DEBM lowongan web programmer di area Bandung

Job Description

  1. Membuat halaman web untuk buku resep dengan (PHP, HTML5, CSS3, Javascript)
  2. Membuat website untuk e-commerce yang berhubungan dengan makanan
  3. Membuat website administrasi perusahaan (ada grafik)
  4. Koordinasi dengan tim Customer Service untuk membuat tools PHP sesuai kebutuhan customer
  5. Koordinasi dengan tim IT

Requirement

  • Lowongan fulltime bekerja di kantor di Bandung. Peta kantor kami: https://goo.gl/maps/xs4ske8u53F2
  • Laki-laki / perempuan pengalaman kerja minimal 1 tahun sebagai programmer web
  • Pendidikan SMK/S1/D3 atau sederajat
  • Mampu memanfaatkan tools-tools untuk membuat front-end web, yaitu html5, css3, javascript, bootstrap, dan framework2 javascript (jquery, vue.js, angular.js dsb).
  • Membuat API menggunakan PHP. PHP nya bisa non-framework, codeIgniter, atau Laravel (diutamakan)
  • Mampu bekerja sama dengan tim, terutama dengan programmer backend, android, dan database. Databasenya menggunakan MySQL dan Firebase.
  • Mau dan antusias dengan hal2 baru.
  • Integritas & komitmen sangat dijunjung tinggi. Mampu menyelesaikan apa yang sudah dimulai, dan menghasilkan solusi yang berguna untuk perusahaan.
  • Kirimkan lamaran ke meidika.wardana.4@gmail.com dengan subyek: “lamaran web programmer debm” disertai CV Pengalaman Kerja + FOTO SELFIE TERBARU

Benefits

1. Gaji bulanan

2. Lingkungan kerja yang nyaman. Santai asal pekerjaan selesai

3. Akses internet

tag:

Internal link: N/A

Cara Memilih Library / Pustaka Android Untuk Aplikasi Kita

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dipertimbangkan untuk memilih library  (pustaka) untuk aplikasi android yang kita buat.

  1. Siapa yg bikin? lebih baik kalau komunitas yang bikin, daripada hanya 1 orang yg bikin library tersebut. Karena maintenance nya biasanya lebih bagus kalau komunitas yang bikin.
  2. Jumlah issue (problem). Yang mana yg lebih stabil / paling sedikit issue nya? Bisa dilihat di reponya (biasanya github)
  3. Fitur. Library yang mana yang paling cocok fiturnya dengan aplikasi yang kita bikin?
  4. Lisensi mana yang paling oke buat aplikasi kita?
  5. Googling: [nama library][spasi]versus. Buat nyari library2 yg mirip. Siapa tau ada yg mirip & lebih baik.
  6. Dokumentasi. pilih library yang dokumentasinya lebih lengkap supaya lebih mudah dipakai.



Sumber: Udacity – Advanced Android, Library: Choose a Library (untuk poin 1 s/d 5)

 

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ

buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ

buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .

bayarnya bs pake pulsa