Membuat Tampilan Mirip Instagram Menggunakan Flutter di Visual Studio Code

membuat tampilan mirip instagram menggunakan flutter

Setelah kita bisa membuat aplikasi Hello World Flutter di artikel sebelumnya, sekarang kita akan belajar menggunakan widget2 yang ada di Flutter untuk membuat aplikasi dengan tampilan mirip instagram menggunakan Flutter di Visual Studio Code (VSCode). Hasil akhir akan seperti ini:

gambar 1 - hasil akhir aplikasi tampilan mirip instagram

Mari kita mulai! pertama2, buat project baru via command line:

flutter create like_app

Kemudian buka folder like_app tersebut di VSCode. Seperti di tutorial sebelumnya, buka file lib/main.dart lalu hapus isi file main.dart.

Kemudian isi file main.dart dengan kodingan aplikasi dasar Flutter seperti ini:

import 'package:flutter/material.dart';

void main() => runApp(AplikasiLikeInstagram());

class AplikasiLikeInstagram extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      debugShowCheckedModeBanner: false,
      theme: ThemeData(
        primarySwatch: Colors.green,
      ),
      home: Scaffold(
        body: null,
      ),
    );
  }
}

Jika aplikasi di atas dijalankan di emulator dengan menekan Ctrl+F5 di VSCode, maka tampilannya masih berupa halaman kosong warna putih. Nah, sekarang kita perlu merencanakan widget Flutter apa saja yang akan kita gunakan, mulai dari widget terluar sampai widget anak2nya yang paling dalam. Kita cicil dulu, mulai dari widget terluar sampai beberapa lapis berikutnya. Perhatikan gambar berikut ini:

gambar 2 - widget terluar app flutter.png

Kerangka widget ada di sebelah kanan. Widget yang terluar, yang paling cocok adalah ListView, yang di gambar di atas bergaris merah. Kenapa ListView? karena aplikasi mirip Instagram ini bisa menampilkan banyak postingan yang isinya bisa melebihi layar hape.

Di dalam ListView, ada widget Column, yang warna biru di gambar di atas. Widget Column ini bisa menumpuk widget di dalamnya secara vertikal. Widget apa yang akan kita tumpuk? Yang paling gampang adalah widget Row. Jadi kita akan membuat 5 widget Row, yang di gambar di atas berwarna hijau.

Untuk menerapkan ke kodingan, kita bisa membuat class baru yang disebut InstagramCards, seperti ini.

class InstagramCards extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return ListView(
      children: <Widget>[
        Column(
          children: [
            Row( //row #1
              children: [],
            ),
            Row( //row #2
              children: [],
            ),
            Row( //row #3
              children: [],
            ),
            Row( //row #4
              children: [],
            ),
            Row( //row #5
              children: [],
            ),
          ],
        ),
      ],
    );
  }
}

Row #1 isinya adalah foto profil, nama akun Instagram, & ikon menu di sebelah kanan. Kerangkanya seperti ini:

gambar 3 - kerangka row #1

Sebenarnya row #1 hanya berisi 3 widget. Yaitu Widget Image (warna oranye), Widget Text (warna hijau), & widget IconButton (warna hitam). Kalau menurut kerangka di atas, maka kita bisa membuat Row #1 jadi seperti ini:

Row( //row #1
  children: [
	Image.asset(
	  'images/insta_profpic.jpg',
	  width: 30,
	  fit: BoxFit.contain,
	),
	Text(
	  'meidika_wardana',
	  style: TextStyle(
		fontWeight: FontWeight.bold,
	  ),
	),
	IconButton(
	  icon: Icon(Icons.more_vert),
	  onPressed: () {},
	)
  ],
)

Hanya ada beberapa problem di kodingan di atas, yang membuat tampilan aplikasi nantinya tidak sesuai yang kita inginkan. Problem pertama, kita perlu menambahkan jarak di sekeliling widget Image (margin) sebesar 10 poin. Sehingga kita perlu membungkus widget Image dengan widget Container, & menambahkan atribut margin ke widget Container tersebut. Problem kedua, ikon menu tidak mentok ke kanan. Jadi kita perlu membuat supaya widget Text memenuhi Row #1 & mendesak widget IconButton ke paling kanan. Untuk ini, kita perlu membungkus widget Text dengan widget Expanded. Setelah penyesuaian, maka kodingan Row #1 jadi seperti berikut ini.

Row( 
// row #1 children: [ Container( child: Image.asset( 'images/insta_profpic.jpg', width: 30, fit: BoxFit.contain, ), margin: EdgeInsets.all(10), ), Expanded( child: Text( 'meidika_wardana', style: TextStyle( fontWeight: FontWeight.bold, ), ), ), IconButton( icon: Icon(Icons.more_vert), onPressed: () {}, ) ], )

Oh ya. Di kodingan di atas, kita menampilkan gambar dari file images/insta_profpic.jpg. Jadi kita perlu menambahkan folder images di folder project kita,  lalu menaruh file insta_profpic.jpg di dalamnya. Download file insta_profpic.jpg dari sini. Posisi file insta_profpic.jpg akan seperti ini:

Kemudian kita perlu mendaftarkan gambar tersebut ke file pubspec.yaml. Buka file pubspec.yaml (panah biru di gambar di atas), kemudian cari bagian

# assets:

di sekitar baris 42.

Hapus tanda # sebelum tulisan tersebut, lalu dibawahnya copy paste baris

# - images/a_dot_burr.jpeg

, ganti menjadi

# - images/insta_profpic.jpg

, & hapus tanda #. He3.. agak ribet ya? Karena kita harus sangat berhati2 mengubah file pubspec.yaml ini. Jika ada kesalahan penulisan misal kekurangan spasi, maka file gambar akan gagal ditampilkan di aplikasi.

Tekan Ctrl+S untuk menyimpan file pubspec.yaml, lalu kita bisa mencoba menjalankan aplikasi ini. Kita perlu memanggil class InstagramCards ke AplikasiLikeInstagram seperti ini:

class AplikasiLikeInstagram extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      debugShowCheckedModeBanner: false,
      theme: ThemeData(
        primarySwatch: Colors.green,
      ),
      home: Scaffold(
        body: InstagramCards(),
      ),
    );
  }
}

Nah, sekarang tekan Shift+F5 untuk stop aplikasi kalau sedang jalan di emulator. Lalu tekan Ctrl+F5 untuk menjalankan lagi app. Tampilannya seharusnya akan jadi seperti ini:

gambar 5 - row pertama selesai

Row #1 Selesai ūüėÄ . Kalau ada problem ketika menjalankan aplikasi, coba cek lagi kodingan Anda. Bisa dibandingkan dengan kodingan s/d Row #1 selesai yang sudah saya buat gist nya di sini. Kalau sudah beres, sekarang kita lanjut ke Row #2.

Row #2 tampilannya seperti ini:

gambar 6 - tampilan row kedua

Coba tebak. Widget apa saja yang perlu kita pakai untuk Row #2 ini? … Ya. Kita cuma perlu pakai 1 widget yaitu widget Image. Hanya saja kita perlu membungkus widget Image tersebut di dalam widget Expanded supaya gambar tersebut bisa memenuhi lebar 1 baris di tampilan layar hape. Kodingan Row #2 seperti ini:

Row( //row #2
  children: <Widget>[
	Expanded(
	  child: Image.asset('images/insta_pic.jpg'),
	)
  ],
),

Jangan lupa download file insta_pic.jpg di sini, copy ke folder images, lalu tambahkan images/insta_pic.jpg di pubspec.yaml, seperti gambar di bawah ini.

Jika kita menekan Ctrl+F5 lagi, maka seharusnya tampilan di emulator seperti ini:

Sudah mulai klihatan, hasilnya ya? Selanjutnya, kita bisa isi konten untuk row #3. Dasarnya, di row #3 kita hanya perlu membuat 4 widget, keempat-empatnya adalah widget IconButton. Kita pakai widget IconButton karena nantinya kita perlu supaya widget tersebut bisa ditekan seperti tombol & sekaligus menampilkan gambar ikon. Kerangkanya seperti berikut ini.

gambar  9 - kerangka row #3

4 widget IconButton, di sebelah kanan digambarkan jadi kotak warna hijau. Di IconButton yang paling kanan, ada sedikit perbedaan. Karena kita perlu supaya posisi widget tersebut ada di ujung kanan, maka kita perlu membungkus widget tersebut dengan widget Expanded. Juga kita perlu mengatur supaya posisi widget tersebut rata kanan di dalam widget Expanded. Kodingan row #3 jadinya seperti ini:

Row( 
	//row #3
	children: <Widget>[
	  IconButton(
		icon: Image.asset(
		  'images/ic_love.png',
		  fit: BoxFit.contain,
		),
		onPressed: () {},
	  ),
	  IconButton(
		icon: Image.asset(
		  'images/ic_comment.png',
		  fit: BoxFit.contain,
		),
		onPressed: () {},
	  ),
	  IconButton(
		icon: Image.asset(
		  'images/ic_send.png',
		  fit: BoxFit.contain,
		),
		onPressed: () {},
	  ),
	  Expanded(
		child: IconButton(
		  icon: Image.asset(
			'images/ic_save.png',
			fit: BoxFit.contain,
		  ),
		  onPressed: () {},
		  padding: EdgeInsets.only(right: 10),
		  alignment: Alignment.centerRight,
		),
	  ),
	],
  ),

Kita perlu menambahkan 4 gambar lagi untuk setiap IconButton. Download keempat gambar tersebut di sini, lalu ekstrak ke folder images di project kita. Lalu tambahkan ke-4 gambar tersebut ke pubspec.yaml seperti sebelum2nya. Lebih jelasnya bisa dilihat di gambar berikut ini.

gambar 10 - gambar2 untuk row #3

Coba dijalankan lagi ke emulator. Hasilnya seharusnya akan sperti ini:

Kalau Anda mengalami problem sampai disini, Anda bisa mendownload gist yg isinya kodingan s/d row #3 selesai di sini.

Untuk row #4, kita cukup menampilkan 1 widget, yaitu widget Text

Karena posisinya yang agak menjorok ke kanan, kita perlu membungkus widget Text dengan widget Container, lalu memberi padding ke widget Container. Paddingnya cukup 10 poin. Jadi kodingan untuk row #4 sebagai berikut:

Row(
  //row #4
  children: <Widget>[
	Container(
	  child: Text(
		'1 like',
		style: TextStyle(fontWeight: FontWeight.bold),
	  ),
	  padding: EdgeInsets.only(left: 10),
	),
  ],
),

Untuk row #5, kita akan menggunakan widget yang cukup unik yaitu RichText. Kita memerlukan widget RichText karena kita perlu menampilkan tulisan yang bercetak tebal & tulisan yg biasa dalam 1 paragraf teks yang sama. Di dalam widget RichText, kita perlu menampilkan teks pakai widget TextSpan. bukan widget Text. Jadi kita memasang widget RichText, yang didalamnya kita isi dengan widget TextSpan bold & widget TextSpan non-bold / biasa. Kerangkanya seperti ini:

gambar 13 kerangka row #5

Kotak warna hijau adalah widget RichText. Kotak warna hitam adalah widget TextSpan di dalam widget RichText yg berisi teks bercetak tebal. Sedangkan sisa isi widget RichText adalah TextSpan berisi teks biasa / tidak bercetak tebal. Terakhir, kita perlu membungkus widget RichText dengan widget Container yang berwarna kuning di gambar di atas. widget Container ini bertugas memberi padding di sekitar widget RichText, dan membatasi lebar widget RichText supaya tidak melebihi ukuran layar. Kodingannya seperti ini:

Row(
  //row #5
  children: <Widget>[
	Container(
	  child: RichText(
		text: new TextSpan(
		  style: new TextStyle(
			fontSize: 14.0,
			color: Colors.black,
		  ),
		  children: <TextSpan>[
			TextSpan(
				text: 'meidika_wardana ',
				style: new TextStyle(fontWeight: FontWeight.bold)),
			TextSpan(
				text:
					'Lagi lucu2nya nih ... he3. Semoga jadi anak yang berbakti ke ortu :D'),
		  ],
		),
	  ),
	  padding: EdgeInsets.only(left: 10, top: 5, bottom: 10),
	  width: MediaQuery.of(context).size.width * 0.8,
	)
  ],
),

Setelah row #5 selesai, selesailah aplikasi sederhana kita, yang menampilkan tampilan mirip instagram menggunakan flutter di Visual Studio Code. Kodingan kita sampai dengan sekarang, bisa didownload di https://github.com/meidikawardana/like_app . Aplikasi kita ini akan kita kembangkan sedikit lagi, supaya kita bisa belajar mengenai StatefulWidget. Karena artikel kali ini cukup panjang, jadi kita akan sambung di artikel berikutnya ūüėÄ

Sampai di sini artikel mengenai membuat tampilan mirip instagram menggunakan flutter, semoga bermanfaat dan jangan lupa like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman khususnya android.

===============================================================

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

Buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ .

Buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ .

Buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

Buku Onesignal: https://play.google.com/store/books/details?id=4n1oDwAAQBAJ

Membuat Aplikasi Hello World Menggunakan Flutter di Visual Studio Code

Membuat aplikasi hello world menggunakan flutter

Di artikel kali ini, kita akan menginstall dan menyiapkan Visual Studio Code  (VSCode) untuk koding Flutter, kemudian kita akan membuat aplikasi Hello World menggunakan Flutter. Untuk bisa mengikuti artikel ini, Anda harus menginstall SDK Flutter lebih dulu di laptop. Di artikel2 sebelumnya, saya sudah menulis bagaimana kita bisa menginstall SDK Flutter dengan Android Studio maupun tanpa Android Studio. Oh ya, dalam artikel kali ini kita akan menggunakan OS Windows 10.

Download Visual Studio Code

Baiklah, mari kita mulai. Download VSCode di¬†https://code.visualstudio.com/download . Untuk yang memakai OS (Operating System) Windows, bisa download yang versi Windows. Install seperti Anda menginstall aplikasi2 lain. Tinggal klik Next2 aja ūüėÄ

Gambar 1 - Download VSCode sesuai sistem operasi Anda

Install Ekstensi Flutter di Visual Studio Code

Setelah VSCode terinstall, kita perlu menginstall ekstensi Flutter supaya kita bisa koding Flutter di VSCode. Buka VSCode, kemudian klik ikon Extensions di kiri tengah. Lalu ketik: flutter . Lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini:

 

Klik di baris Flutter, lalu klik tombol Install warna hijau:

Gambar 3 - klik di baris Flutter, lalu klik Install untuk menginstall Flutter

Membuat Project Flutter

Dengan ekstensi Flutter yang barusan kita install saja, kita sudah bisa koding Flutter di VSCode. Mari kita coba. Buka Terminal di VSCode. Caranya, klik View -> Terminal. Seperti gambar berikut ini.

Gambar 4 - Buka Terminal di Visual Studio Code

Terminal / Command Line akan terbuka. Kemudian ketik beberapa perintah berikut ini:

mkdir C:\flutterApps

Ini untuk membuat folder flutterApps di drive C: . Folder flutterApps akan menjadi folder untuk semua project Flutter kita ke depannya.

cd C:\flutterApps

Perintah ini untuk masuk ke folder flutterApps melalui command line.

flutter create hello_world_project

Nah.. akhirnya dengan perintah ini, kita membuat project Flutter. Nama project contoh ini adalah hello_world_project. Anda bisa menamakannya sesuka Anda, hanya saja ada aturan penamaannya, yaitu harus menggunakan huruf kecil dan garis bawah (underscore) seperti di contoh.

Setelah perintah flutter create, akan ada banyak baris di command line. Kalau project nya sukses dibikin, maka di command line baris2 terakhirnya seperti berikut ini:

Gambar 6 - Project Flutter berhasil dibuat

Kalau ada tulisan “All done!” seperti di panah kuning, maka sudah pasti project berhasil dibikin. Dan seperti dijelaskan di panah merah, kode aplikasi kita ada di dalam folder C:\flutterApps\hello_world_project\lib\main.dart.

Membuat Aplikasi Hello World Menggunakan Flutter

Sekarang kita bisa membuka folder hello_world_project tersebut di VSCode. Klik File -> Open Folder… -> lalu buka folder hello_world_project

Gambar 7 - Buka folder project Flutter yang baru dibuat

Setelah folder project dibuka, klik folder lib lalu klik file main.dart.

Gambar 8 - Buka file main.dart

Kemudian hapus seluruh isi file tersebut, karena kita akan menulis koding dari nol. Supaya kita mengerti bagaimana caranya membuat aplikasi dari nol.

Baris pertama yang kita ketik adalah,

import 'package:flutter/material.dart';

Kemudian kita membuat fungsi utama dart yang menjalankan sebuah aplikasi Flutter. Tambahkan baris berikut ini:

void main() => runApp(AplikasiHelloWorld());

AplikasiHelloWorld adalah aplikasi Flutter, yang harus kita buatkan kodingannya. Buat class AplikasiHelloWorld seperti berikut ini:

class AplikasiHelloWorld extends StatelessWidget {
   //isi class
}

Di kodingan diatas, class AplikasiHelloWorld meng-extend StatelessWidget. Artinya, class AplikasiHelloWorld adalah turunan dari class StatelessWidget. Sehingga kita bisa menggunakan semua fitur yang disediakan oleh class StatelessWidget.

Sampai di sini, class AplikasiHelloWorld masih error, yang ditandakan ada garis bawah keriting warna merah seperti gambar berikut ini.

Gambar 9 - Koding aplikasi Flutter dari 0

Kita bisa mendapatkan penjelasan kenapa error, dengan mengarahkan kursor mouse ke bagian yang berwarna merah tersebut.

Gambar 10 - Penjelasan error Flutter

Secara sederhana, artinya kita perlu membuat fungsi di dalam class AplikasiHelloWorld yang diperlukan supaya kodingan tersebut bisa jalan.

Di kodingan, ganti //isi class dengan kodingan sebagai berikut:

@override
Widget build(BuildContext context) {
   // TODO: implement build
   return null;
}

Ini artinya kita membuat fungsi build untuk membangun aplikasi kita menggunakan Flutter.

Selanjutnya kita akan menampilkan teks bertuliskan Hello World! di aplikasi kita. caranya, ganti // TODO: implement build return null; dengan kodingan berikut ini.

return MaterialApp(
   title: 'Aplikasi Hello World',
   theme: ThemeData(
      primarySwatch: Colors.green,
   ),
   home: Text('Hello World!'),
);

Ini artinya, aplikasi kita menampilkan sebuah Widget MaterialApp dengan parameter title (judul) ‘Aplikasi Hello World’, theme (tema) warna green (hijau), dan home (layar) dengan Widget Text bertuliskan ‘Hello World!’.

Menjalankan Aplikasi Flutter Di Emulator

Kita bisa mencoba menjalankan aplikasi kita. Simpan file main.dart dengan menekan tombol Ctrl+S di VSCode, lalu nyalakan emulator Genymotion atau Emulator bawaan Android Studio (Emulator AVD). Kemudian kembali ke VSCode, lalu tekan tombol Ctrl+F5. Setelah menunggu beberapa saat, maka emulator akan menampilkan aplikasi kita seperti ini:

Gambar 11 - Tampilan aplikasi Hello World Flutter

Membuat Tampilan Menjadi Lebih Baik Dengan Widget Scaffold

Kalau kita perhatikan, maka dari beberapa parameter tadi yang kelihatan di emulator hanyalah teks Hello World! saja. Parameter lainnya seperti theme & title tidak berpengaruh. Supaya parameter theme bisa berpengaruh, kita perlu mengisi parameter home dengan Widget Scaffold. Jadi kita perlu mengganti

home: Text('Hello World!'),

dengan kodingan berikut ini:

      home: Scaffold(
        appBar: AppBar(
          title: Text('Hello World App'),
        ),
        body: Center(
          child: Text('Hello World!'),
        ),
      ),

Ini artinya, kita mengisi parameter home (layar) dengan Widget Scaffold, yang mempunyai appBar (bar aplikasi) yang bertuliskan ‘Hello World App’. Widget Scaffold juga mempunyai body (konten) yang di contoh ini kita isi dengan Widget Text bertuliskan ‘Hello World!’.

Kalau tadi Anda belum keluar dari aplikasi di emulator & belum menekan Ctrl+S, kita bisa memanfaatkan fitur hot reload supaya apa yang kita tulis barusan dapat langsung tampil di emulator, cukup dengan menekan Ctrl+S lagi. Hasilnya akan seperti ini:

Gambar 12 - Tampilan aplikasi Hello World Flutter dengan Widget Scaffold

Masih ingat dengan theme green (hijau) yang kita set di MaterialApp tadi? Theme tersebut membuat tulisan Hello World App yang di bagian atas menjadi berlatar belakang hijau seperti di gambar barusan.

Kodingan Lengkap Aplikasi Hello World Flutter

Berikut ini kodingan lengkap aplikasi Hello World Flutter yang sudah kita buat:

import 'package:flutter/material.dart';

void main() => runApp(AplikasiHelloWorld());

class AplikasiHelloWorld extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      title: 'Aplikasi Hello World',
      theme: ThemeData(
        primarySwatch: Colors.green,
      ),
      home: Scaffold(
        appBar: AppBar(
          title: Text('Hello World App'),
        ),
        body: Center(
          child: Text('Hello World!'),
        ),
      ),
    );
  }
}

Menginstall Ekstensi Prettier

Sampai di sini, kodingan kita sudah ada lebih dari 20 baris. Pastinya Anda sudah merasa cukup kesulitan mengatur indentasi, kurung buka kurung tutup dan format lainnya di kodingan, kan?

Nah, supaya kita lebih mudah memformat kodingan, kita perlu menginstall ekstensi Prettier di VSCode. Caranya, klik ikon Extensions di kiri tengah, lalu ketik: prettier . Klik “Prettier – Code Formatter”, lalu klik Install untuk menginstall ekstensi tersebut ke VSCode.

Gambar 13 - Install Prettier Code Formatter Di Visual Studio Code

Mengaktifkan formatOnSave

Setelah kita install ekstensi tersebut, belum ada pengaruh apa2 yang terlihat di kodingan kita. Supaya terasa pengaruhnya, kita perlu mengaktifkan settingan formatOnSave di VSCode supaya kodingan kita otomatis diformat ketika kita menyimpan file di VSCode. Ya, ketika kita menekan Ctrl+S.

Untuk mengaktifkan formatOnSave, Klik File -> Preferences -> Settings -> ketik: formatOnsave -> lalu centang seperti pada gambar berikut.

Gambar 14 - Mengaktifkan formatOnSave di Visual Studio Code

Kita bisa mencoba membuat kodingan kita menjadi berantakan, contohnya seperti di gambar berikut ini:

Gambar 15 - Membuat kodingan Flutter jadi berantakan

Berantakan sekali.. saya sendiri bisa stress kalau harus memformat kodingan di atas, apalagi kalau sedang dikejar deadline he3.. . Tapi dengan ekstensi Prettier & settingan formatOnSave, maka kita cukup menekan Ctrl+S, maka kita menyimpan sekaligus memformat file tersebut. Bisa dicoba, jika sekarang kita menekan Ctrl+S, format kodingan kita akan menjadi bagus:

Gambar 16 - Format kodingan setelah menekan Ctrl dan S

Terakhir, kita bisa menyimpulkan bagaimana kodingan kita ditampilkan di emulator seperti ini:

Gambar 17 - Perbandingan kodingan dengan tampilan aplikasi Flutter

Panah merah: tampilan warna hijau dari theme yang kita set dengan green

Panah kuning: tampilan appBar, dengan teks sesuai yang kita koding di aplikasi

Panah biru: layar utama aplikasi, yaitu body Widget Scaffold, adalah teks dengan tulisan Hello World! .

Sampai di sini artikel kita kali ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman khususnya android.

===============================================================

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

Buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ .

Buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ .

Buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

Buku Onesignal: https://play.google.com/store/books/details?id=4n1oDwAAQBAJ

Menginstall Flutter Tanpa Android Studio Di Windows

Menginstall Flutter Tanpa Android Studio

Kali ini, pintar-android.com akan membahas bagaimana caranya menginstall flutter tanpa Android Studio di Windows 10. Kita tidak akan menginstall Android Studio sama sekali, supaya teman2 yang memakai laptop kentang / ber-spek (maaf) rendah bisa mencoba koding menggunakan Flutter. Untuk yang ingin mencoba menginstall Flutter menggunakan Android Studio, bisa cek lagi artikel pintar-android.com sebelumnya di link https://pintar-android.com/wordpress/2019/08/cara-menginstall-flutter-di-windows-menggunakan-android-studio/ .

Mari kita mulai! Di Windows 10, buka drive C: di Windows Explorer, lalu buat folder dengan nama “Android” di drive C: tersebut sehingga alamat foldernya menjadi C:\Android . Folder ini akan kita pakai sebagai folder utama kita sepanjang artikel ini.

Menginstall OpenJDK8

Selanjutnya download OpenJDK dari link https://github.com/AdoptOpenJDK/openjdk8-binaries/releases/download/jdk8u222-b10/OpenJDK8U-jdk_x64_windows_hotspot_8u222b10.zip . Ukuran file-nya sekitar 99MB. File ini adalah yang terbaru ketika artikel ini ditulis. Untuk file yang lebih baru, bisa dicek di https://github.com/AdoptOpenJDK/openjdk8-binaries/releases . Jangan lupa, nama file-nya selalu diawali dengan “OpenJDK8U-jdk_x64_windows_hotspot” lalu bertipe file .zip.

Kalau sudah selesai didownload, ekstrak file tersebut lalu buka folder hasil ekstrakannya. di dalamnya ada folder dengan nama semacam “jdk8u222-b10”. Ubah nama folder tersebut menjadi “openjdk” lalu pindahkan folder tersebut ke dalam folder C:\Android yang sudah kita buat sebelumnya sehingga alamatnya menjadi C:\Android\openjdk .

Menginstall Flutter SDK

Download Flutter SDK terbaru di https://flutter.dev/docs/development/tools/sdk/releases . ketika artikel ini ditulis, file SDK terbaru adalah https://storage.googleapis.com/flutter_infra/releases/stable/windows/flutter_windows_v1.7.8+hotfix.4-stable.zip . kalau sudah selesai didownload, ekstrak file tersebut lalu pindahkan folder hasil ekstrakan ke dalam folder Android sehingga alamatnya menjadi C:\Android\flutter .

Menginstall Command Tools untuk Android

Download Command Tools Android di https://developer.android.com/studio/#command-tools . Pilih yang untuk Windows. Saat artikel ini ditulis, filenya adalah https://dl.google.com/android/repository/sdk-tools-windows-4333796.zip . Setelah selesai didownload, ekstrak lalu pindahkan folder “tools” hasil ekstrakan ke dalam folder Android. Kemudian ubah nama folder “tools” menjadi “sdk” sehingga alamatnya menjadi C:\Android\sdk .

Menyetting beberapa Environment Variables

Kita perlu menyetting beberapa Environment Variables di Windows supaya tools-tools yang sudah kita download bisa kita panggil darimanapun kita mau melalui Command Prompt. Buka Command Prompt, lalu copy-paste:

setx JAVA_HOME "C:\Android\openjdk"

Kemudian tekan Enter di keyboard untuk menjalankan perintah tersebut. Hasilnya seperti ini:Gambar 1 - set environment variables di Windows untuk flutter

Berikutnya jalankan perintah ini satu per satu di Command Prompt:

setx ANDROID_HOME "C:\Android"
setx ANDROID_SDK_ROOT "C:\Android\sdk"
setx path "%path%;"C:\Android\sdk;C:\Android\sdk\bin;C:\Android\flutter\bin"

Setelah itu, tutup command prompt lalu buka lagi supaya settingan2 tersebut tersimpan dan bisa dijalankan di Windows.

Karena Flutter memerlukan SDK Android supaya bisa jalan, kita perlu mendownload SDK Android dengan menjalankan beberapa perintah berikut ini di command prompt, satu per satu:

sdkmanager "platform-tools"
sdkmanager "build-tools;28.0.3"
sdkmanager "platforms;android-28"

Jika muncul pertanyaan “Accept? y/N” di Command Prompt, ketik: y lalu Enter di keyboard supaya Android SDK bisa diinstall sampai selesai. Berikut ini contoh ketika mendownload platform-tools.

mendownload platform-tools android

Mengkonfigurasi Flutter

Ketikkan perintah berikut ini di command prompt, supaya flutter mengenali SDK Android yang sudah kita download tadi.

flutter config --android-sdk C:\Android\

Menginstall Emulator

Untuk menjalankan aplikasi flutter, kita perlu menginstall emulator. untuk mendownload image emulator, jalankan perintah berikut ini di Command Prompt:

sdkmanager "system-images;android-28;default;x86_64"

jika ditanya license Accept y/N, maka ketik: y .

Jalankan 1 perintah lagi untuk mendownload tools emulator android:

sdkmanager emulator

Membuat 1 emulator baru

Buat emulator dengan nama “google_pixel” dengan menjalankan perintah ini di Command Prompt:

avdmanager -s create avd -n google_pixel -k "system-images;android-28;default;x86_64"

Jika ada pertanyaan, ketik: no . Ini Penting, karena sebelum2nya kita selalu menjawab: y (Yes).

Menjalankan emulator

Untuk menjalankan emulator, jalankan perintah:

flutter emulators –launch google_pixel

Seperti ini lah penampakannya jika berhasil menjalankan emulator avd dengan perintah barusan:

menjalankan emulator avd

Mengecek apakah Flutter terinstall dengan baik

Kita bisa mengecek apakah Flutter terinstall dengan baik, dengan menjalankan perintah sbb:

flutter doctor -v

Seharusnya akan muncul tampilan mirip seperti ini:

menjalankan flutter doctorJika ada centangan yang berwarna merah, berarti ada error. Dan harus dibetulkan sampai semua centangan untuk Flutter, Android toolchain, & Connected Device berwarna hijau. Jika ketiga tools tersebut berwarna hijau, artinya instalasi Flutter berhasil dan Flutter siap digunakan di Windows 10.

Demikian artikel pintar-android.com kali ini tentang flutter. Semoga membantu teman2 yang tidak bisa menggunakan Android Studio karena spek komputer yang tidak memungkinkan. Artikel ini sebagian besar terinspirasi dari https://medium.com/@quicky316/install-flutter-sdk-on-windows-without-android-studio-102fdf567ce4 , dengan modifikasi dan penyederhanaan sehingga lebih mudah dimengerti.

Di artikel2 selanjutnya akan kita bahas bagaimana mulai koding flutter di Visual Studio Code tanpa Android Studio. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman khususnya android.

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

Buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

Buku Onesignal: https://play.google.com/store/books/details?id=4n1oDwAAQBAJ

Cara Menginstall Flutter di Windows Menggunakan Android Studio

Flutter dan Android Studio

Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Flutter, yang di Google I/O 2019 diumumkan telah merilis versi 1.5. Apa itu Flutter? Mengutip dari¬†laman websitenya, Flutter adalah “framework UI baru, untuk aplikasi mobile yang diperkenalkan oleh Google. Flutter membantu para programmer membuat aplikasi native berkualitas tinggi baik untuk iOS dan Android”. Di artikel ini penulis juga akan membahasa cara menginstall Flutter di Windows menggunakan Android Studio.

Penulis sempat mencoba menginstall & membuat aplikasi sederhana menggunakan Flutter, mengikuti tutorial di https://flutter.io/get-started/ . Performa aplikasi yang dibuat dengan Flutter, dirasakan penulis tidak ada bedanya dengan aplikasi yang dibuat menggunakan Java. Pun pembuatannya sama2 menggunakan Android Studio.

Mengapa Flutter menarik untuk diikuti perkembangannya? Ada beberapa alasan, menurut penulis.

  1. Flutter bersifat open source. Bisa diartikan Flutter boleh dipakai secara gratis.
  2. Flutter disupport oleh Google. Google sendiri sudah membuat beberapa app menggunakan Flutter.
  3. Kita bisa membuat aplikasi menggunakan Flutter di Android Studio. Karena Flutter menyediakan plugin untuk Android Studio.
  4. Sekali bikin aplikasi menggunakan Flutter, kita bisa membuat file apk untuk dipasang di Google Playstore dan file ipa untuk dipasang di Apple Appstore. Dari pengalaman penulis membuat aplikasi androidnya, performa dan tampilan aplikasi kelihatan sama dengan yang dibuat menggunakan java.
  5. Flutter menggunakan cara yang berbeda dari framework multiplatform lainnya, yang bisa membantu kita membuat aplikasi dengan tampilan menarik dan performa yang lebih bagus. Detailnya bisa dibaca di salah satu artikel Medium ini.

Sekarang penulis akan mencoba membagikan langkah2 cara menginstall Flutter di Windows. Pertama2, buka laman https://flutter.io/get-started/install/ , lalu pilih OS yang digunakan. Penulis sendiri menggunakan Windows 10, jadi untuk selanjutnya akan diperlihatkan langkah2 untuk Windows. Tapi seharusnya tidak jauh beda dengan Linux dan MacOS.

Kemudian ikuti tutorial di https://flutter.dev/docs/get-started/install/windows . Karena di laptop penulis Android Studio 3.4.2 & Emulator (Genymotion / AVD) sudah siap, maka tinggal menginstall Flutter dari git. Buka command prompt, pergi ke folder yang diinginkan misal C:/flutter, lalu jalankan perintah untuk meng-clone Flutter menggunakan git:

git clone -b stable https://github.com/flutter/flutter.git

Setelah prosesnya selesai, tambahkan¬†path untuk user variables di Control Panel. Buka Desktop komputer, klik ikon Windows di kiri bawah, ketik: env , lalu pilih “Edit environment variables for your account”.¬† Di path user variables, klik Path, lalu klik tombol Edit, lalu tambahkan baris baru yg isinya:¬†C:\flutter\flutter\bin .

Setelah menambahkan path, tutup semua command prompt. Lalu di folder yang ada clone Flutter jalankan perintah untuk mengecek dan menyelesaikan instalasi Flutter:

flutter doctor

Ini screenshot dari laptop penulis, setelah selesai menjalankan perintah “flutter doctor”.
Hasil flutter doctor

Bagian yang ditandai biru, adalah karena kita belum menginstall plugin Flutter dan Dart di Android Studio. Kita akan menginstall plugin tersebut sebentar lagi. Bagian yang ditandai merah, bisa diabaikan jika kita mau menggunakan Android Studio untuk koding Flutter. Bagian warna kuning,¬†ada peringatan “no devices available”. Ini karena penulis sedang tidak menyalakan emulator apapun. Flutter bisa mengenali emulator Genymotion dan emulator AVD bawaan Android Studio.

Setelah 1 emulator Genymotion dinyalakan, dan di command prompt dijalankan perintah

flutter devices

maka hasilnya seperti ini:

hasil flutter devices

Sampai di sini, Flutter sudah mengenali emulator yang sedang berjalan. Instalasi flutter sudah selesai, dan tidak ada masalah di command line. Selanjutnya mengikuti link https://flutter.dev/docs/get-started/editor, kita perlu menginstall 1 Plugin Flutter di Android Studio. Buka Android Studio 3.4.2, buka menu File>Settings>Plugins . Di bagian atas klik Marketplace untuk mencari plugin di marketplace. Lalu ketik: flutter & pencet Enter di keyboard . Jika ada dialog yang muncul, klik Yes untuk menginstal plugin Dart yang dibutuhkan oleh plugin Flutter.install plugin dart

Tunggu proses downloadnya, lalu klik Restart IDE supaya pluginnya bisa jalan di Android Studio. Kalau ada dialog lagi, klik tombol Restart lagi.

Setelah Android Studio terbuka lagi, tunggu proses gradle di bagian bawah sampai selesai, lalu klik File>New>New Flutter Project. Di sini kita bisa memilih tipe project Flutter yang mau kita buat. Apakah berupa aplikasi, plugin, package, atau modul untuk Flutter. Pilih tipe “Flutter Application”, lalu klik Next.Memilih Flutter Application

Selanjutnya, isi inputan nama aplikasi di “project name”, dan di inputan “Flutter SDK Path”, arahkan ke folder repo dari git di langkah awal2 tadi ketika instalasi Flutter. Di artikel ini, foldernya adalah C:\flutter\flutter. Jangan mengklik “Install SDK”, karena kita sudah menginstall SDK menggunakan git. Kemudian pilih Project location, dan terakhir Anda bisa mengubah Project Description jika Anda mau. Kalau sudah, klik tombol Next.

Konfigurasi project Flutter

 

Berikutnya Anda bisa mengisi company domain. Isi dengan: pintar-android.com . Project ini akan memakai library androidx karena androidx sudah tercentang. Project Flutter bisa mendukung Kotlin untuk app android & Swift untuk app iOS, dengan mencentang sesuai kebutuhan. Klik tombol Finish untuk membuka project di Android Studio.

Nama package Flutter

Setelah proses create project selesai, akan tampil project Flutter, siap kita modifikasi. Yang menarik perhatian bagi penulis adalah struktur projectnya. Dari awal sudah disediakan file main.dart yang berperan seperti MainActivity.java di project Java Android Studio, terletak di folder flutter_app (sesuai nama project), lalu di dalam folder lib. Selain itu sudah ada folder android dan ios yang berisi java & C++ yang mempunyai struktur persis seperti project Java & C++ native. Jangan lupa, kita juga bisa menambahkan kode kotlin & swift di project Flutter.

Tampilan project Flutter di Android Studio

Jika kita mau membuat aplikasi menggunakan Flutter, kita menggunakan bahasa pemrograman Dart. Bahasanya cukup simpel & berorientasi obyek, seharusnya tidak terlalu susah untuk mempelajarinya. Apalagi jika sudah pernah koding dengan bahasa Java atau Swift. Penulis sudah mengikuti tutorial di https://flutter.dev/docs/get-started/codelab , dan penulis sudah menguploadnya ke github untuk dipelajari di https://github.com/meidikawardana/startup_namer .

Terakhir, untuk programmer Android, Flutter memberikan beberapa info tambahan supaya bisa menggunakan Flutter dengan memanfaatkan pengetahuan yang sudah dimiliki ketika koding menggunakan java. Bisa dibaca di link https://flutter.dev/docs/get-started/flutter-for/android-devs .

Demikian artikel pintar-android.com mengenai cara menginstall Flutter di Windows, semoga bermanfaat. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman khususnya android.

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

Buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ .

Buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ .

Buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

Buku Onesignal: https://play.google.com/store/books/details?id=4n1oDwAAQBAJ

 

Apa itu app-ads.txt, dan bagaimana cara menambahkan app-ads.txt

Beberapa hari ini banyak programmer android di grup-grup FB yang menanyakan, apa itu app-ads.txt, dan bagaimana cara menambahkan app-ads.txt di aplikasi android mereka. Artikel kali ini akan membahas mengenai app-ads.txt. Semoga membantu.

Gambar: apa itu app-ads.txt

Pada tanggal 9 Agustus 2019, penulis menerima email dari Google Admob mengenai app-ads.txt. Email tersebut sebenarnya cukup jelas memberi petunjuk mengenai app-ads.txt. Bunyi email tersebut kira2 seperti ini:

Menerapkan file app-ads.txt dengan benar sebelum pemberlakuan peraturan app-ads.txt

Google selalu berkomitmen untuk melindungi keamanan pendapatan yang Anda dapatkan dari aplikasi android Anda. Tantangan utama yang dihadapi adalah penipuan inventaris dari pihak2 yang berniat buruk. Untuk membantu para pengiklan memerangi tantangan ini, kami menyiapkan dan menerapkan app-ads.txt di semua system iklan kami untuk memastikan pengeluaran biaya oleh pengiklan dapat sampai ke penerbit iklan yang tepat, yaitu Anda yang memasang iklan di aplikasi Anda.

Apa itu app-ads.txt?

App-ads.txt adalah turunan dari standar ads.txt. App-ads.txt menyediakan mekanisme untuk para pemilik website supaya bisa membuktikan bahwa mereka adalah penerbit iklan yang diakui oleh Google. Tujuan pemasangan app-ads.txt adalah untuk melindungi para pembuat aplikasi dari penipuan iklan.

Apa yang berubah dan apa pengaruhnya untuk Anda?

Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa AdMob akan mendukung dan memberlakukan peraturan terkait app-ads.txt bagi para penerbit iklan yang sudah memasang app-ads.txt di website mereka, mulai 27 Agustus 2019.

Untuk menyiapkan diri terkait perubahan ini, mohon pastikan app-ads.txt yang dipasang di website Anda tidak mengandung error atau typo apapun.

Bagaimana Anda dapat memastikan file app-ads.txt sudah terpasang dengan benar?

Jika file Anda mengandung error atau typo, AdMob akan menghentikan penayangan iklan di aplikasi Anda karena file app-ads.txt yang Anda pasang akan dianggap sebagai obyek penegakan peraturan.

Jadi sangatlah penting untuk memasang file app-ads.txt dan membetulkan semua error sebelum 27 Agustus 2019, atau file app-ads.txt perlu dihapus dari website Anda untuk menghindari kehilangan pendapatan dari iklan yang tidak disengaja.

Karena itu, kami mengundang Anda untuk dengan hati-hati memeriksa file app-ads.txt Anda jika Anda sudah memasang file tersebut sebelum tanggal deadline. File tersebut harus dipasang di folder utama di website Anda yang terdaftar di Google Play Store atau iOS App Store.

Demikian penjelasan dari Google via email yang penulis terjemahkan ke bahasa Indonesia. Nah, sekarang bagaimana cara memasang file app-ads.txt? Berikut ini langkah2nya.

Langkah pertama. Cari ID publisher Admob Anda. biasanya formatnya adalah:¬†pub-xxxxxxxxxxxxxxxx, dengan “x” adalah angka misalnya¬†pub-9679776591517154. ID publisher ini bisa dilihat di email yang dikirimkan oleh Google Admob ke Anda, contohnya seperti ini.
ID Publisher Admob

Langkah kedua. buat file teks, dan beri nama app-ads.txt ke file tersebut. contoh isinya seperti berikut ini:

google.com, pub-9679776591517154, DIRECT

Anda harus mengganti “pub-9679776591517154” menjadi sesuai dengan id publisher admob Anda sendiri. dan file app-ads.txt harus hanya berisi 1 baris tersebut.

Langkah ketiga. upload file tersebut ke website / domain sesuai yg tertulis di aplikasi Anda di google playstore. Anda bisa mencari website tersebut di Google Play Console Anda. contohnya sebagai berikut:alamat website aplikasi android

Di gambar di atas, websitenya adalah https://pintar-android.com. Anda harus bisa mengupload file app-ads.txt ke website tersebut, sehingga alamatnya akan menjadi misalnya https://pintar-android.com/app-ads.txt . Tidak diperbolehkan mengupload ke subdomain. harus ke website utama yang terdaftar di Google Play Console.

Demikianlah artikel pintar-android.com kali ini. semoga membantu.

Jangan lupa like page pintar-android.com di FB untuk artikel-artikel seputar pemrograman android.

Untuk yang ingin belajar android, ada beberapa buku di Google Play dari pintar-android.com:

Google I/O 2019 Sedang Berlangsung (7 – 9 Mei 2019)

Perhelatan akbar yang digelar oleh Google setiap tahunnya, Google I/O sedang berlangsung sekarang. Untuk developer2 yang sudah mempunyai akun Google Play, pasti menerima email dari Google mengenai acara yang relevan sesuai masing2 developer. Admin pintar-android.com menerima email seperti ini:

Email dari Google yang diterima pintar-android.com mengenai Google I/O 2019
Google I/O 2019 7 – 9 Mei 2019

Jadwal lengkapnya bisa dicek di: https://events.google.com/io/schedule/events

Di link tersebut, bisa difilter event2 yang mau dilihat, seperti ini:

Event2 yang saya sarankan untuk programmer android, adalah yang di link ini: https://events.google.com/io/schedule/events?4=topic_androidplay&4=topic_firebase&4=topic_design&4=topic_flutter&4=topic_locationmaps

Ada juga Youtube playlist untuk menyaksikan semua sesi di Google I/O 2019, di link: https://www.youtube.com/watch?v=lyRPyRKHO8M&list=PLOU2XLYxmsILVTiOlMJdo7RQS55jYhsMi

Demikian posting kali ini, semoga membantu ūüôā

Selamat Tahun Baru 2019 dari pintar-android.com (bonus: email tahun baru dari Google Play)

Pagi ini, admin mendapatkan email tahun baru dari Google Play. Admin juga ingin turut mengucapkan selamat tahun baru 2019, beserta beberapa patah kata.

Sebagai developer aplikasi BEI5000 (10.000+ download) dan DEBM (100.000+ download), di kesempatan ini admin ingin mengajak para developer khususnya yang di Indonesia untuk  belajar dan mengupgrade kemampuan supaya bisa lebih memanfaatkan fitur2 yang sudah disediakan oleh Google sampai saat ini.

 

gambar selamat tahun baru 2019 dari pintar-android.com

 

Admin banyak mengamati grup2 developer android di Facebook. Banyak sekali pertanyaan2 yang admin rasa bisa diselesaikan dengan kemauan yang besar untuk Googling dan belajar bahasa Inggris. Problem utama yang admin tangkap untuk developer android di Indonesia, hanya 2 itu. Jika itu sudah diatasi, maka kita bisa lanjut belajar mengenai hal2 yang lebih tinggi, seperti AI yang sekarang sudah menjadi bagian inti dari sistem operasi Android P, arsitektur komponen, android jetpack, fitur Slice,  dan masih banyak lagi di masa yang akan datang.

Admin juga ingin belajar bersama dengan sebanyak mungkin developer, sambil membagi ilmu melalui artikel2 dan buku2 di pintar-android.com. Semoga di tahun 2019, admin bisa membuat lebih banyak lagi artikel & buku seputar dunia pemrograman android, yang berguna untuk para developer di tanah air. Admin juga menerima saran & kritik teman2, karena tidak ada yang sempurna selama kita masih diberi kesempatan untuk berkarya.

Berikut ini adalah email yang admin terima dari Google Play pagi ini. banyak sekali informasi yang pastinya berguna untuk pengembangan aplikasi android.

https://pintar-android.com/berita/selamat_tahun_baru_2019_dari_google_play.html

 

Untuk yang ingin belajar android, ada beberapa buku di Google Play dari pintar-android.com:

Metode Serupa setTimeout Javascript di Android

Artikel kali ini menjelaskan mengenai persamaan metode setTimeout javascript di android, yang bisa dituliskan dengan bahasa Java maupun Kotlin

Untuk teman2 yang pernah koding di Javascript, kemungkinan besar sudah pernah pakai metode setTimeout. Untuk yang belum pernah pakai, metode ini bisa mengatur supaya kodingan yang kita tuliskan, akan jalan di waktu yang kita tetapkan. Misal kita mau supaya kodingan tersebut jalan 5 detik setelah web / aplikasi kita jalan. Maka di Javascript, kita bisa menuliskan perintah seperti ini:

setTimeout( 
 function() {
 console.log("Kodingan ini akan jalan 5 detik setelah script ini mulai jalan");
 },
5000); //dalam satuan milidetik

Nah, bagaimana membuat kodingan serupa di Android? Untuk bahasa Java, kita bisa menuliskan sebagai berikut ini:

new android.os.Handler().postDelayed(
    new Runnable() {
        public void run() {
            Log.i("tag", "Kodingan ini akan jalan 5 detik setelah script ini mulai jalan");
        }
    }, 
300);

Bagaimana jika kita menuliskan dengan bahasa Kotlin? berikut ini kodingannya.

Handler().postDelayed({
    Log.i("tag", "Kodingan ini akan jalan 5 detik setelah script ini mulai jalan");
}, 5000)

Demikianlah kita bisa menuliskan perintah sederhana untuk menjalankan kodingan sesuai waktu yang kita inginkan di android.

Semoga artikel ini berguna. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman, khususnya android.

Menjalankan Aplikasi Dari Android Studio ke Hape Lewat Wifi

Tutorial kali ini akan menjelaskan mengenai bagaimana menjalankan aplikasi dari Android Studio ke hape lewat Wifi tanpa mengkoneksikan hape ke laptop pakai kabel USB. Dalam artikel ini kita akan memakai Android Studio 3.0.1, meskipun bisa juga dipakai di Android Studio 2.x.x.  Install dulu pluginnya: https://github.com/pedrovgs/AndroidWiFiADB#installation. Supaya semua yang dijelaskan di artikel ini bisa jalan, laptop dan hape harus terhubung ke jaringan wifi yang sama.



Pertama2, buat dulu project baru di Android Studio, atau kalau sudah pernah membuat project sebelumnya, bisa memakai project yang sudah ada. Kemudian siapkan hape dan nyalakan USB Debugging, dan sambungkan hape tersebut ke laptop pakai kabel USB. Pastikan hape tersebut terdeteksi oleh Android Studio di tab Logcat. Contohnya seperti gambar di bawah ini, penulis memakai hape Xiaomi Redmi 5A.
Pastikan hape terdeteksi di Android Studio

Kemudian di sisi kanan, cari tab Android Wifi ADB. Jika tab tersebut diklik, akan terbuka kotak di kanan seperti gambar berikut ini.klik Android Wifi ADB

Ternyata dia mendeteksi juga hape yang tersambung lewat USB. Klik tombol Connect, untuk menyambungkan hape ke Android Wifi ADB. Setelah itu kolom “state” akan berubah menjadi “connected” dan ada notifikasi muncul di bawah. Lihat gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.Hape terkoneksi ke Android Wifi ADB

Sekarang kita bisa mencabut kabel USB yang menghubungkan hape dengan laptop. Dan di Android Wifi ADB, hape kita tetap terkoneksi! Ini artinya hape sudah terkoneksi dengan Android Studio via Wifi.hape masih terkoneksi meskipun kabel USB sudah dilepas

Sekarang jika kita jalankan project kita yang di Android Studio, maka aplikasinya akan dijalankan langsung ke hape.jalankan aplikasi ke hape yang terkoneksi via wifi

Semoga artikel ini bermanfaat. Like page pintar-android.com di Facebook (https://www.facebook.com/pintarandroid101) untuk mendapatkan notifikasi artikel2 berikutnya. Pasti berguna untuk Anda!

Aplikasi jalan di hape dengan wifi usb

Apakah artikel ini berguna?  tulis di komentar!

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ

buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ

buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .

bayarnya bs pake pulsa



Nox: Bermain Game Android Di Komputer

layar utama Nox

Artikel kali ini akan membahas mengenai Nox, salah satu emulator terbaru berbasis Android. Seperti emulator-emulator android lainnya, Nox memungkinkan kita menjalankan aplikasi android di komputer kita. Nox dibuat oleh sekumpulan programmer dari Hong Kong. Mereka bertujuan membuat software App player terbaik yang disukai oleh pengguna mobile App dan game di seluruh dunia.

Mengapa Menggunakan Nox?

Menurut pengalaman penulis, Nox berbeda dengan emulator-emulator android yang lain. Penulis sudah pernah mencoba beberapa emulator android. Misalnya emulator AVD bawaan Eclipse, emulator AVD bawaan Android Studio, emulator BlueStacks, dan emulator Genymotion. Dari pengalaman penulis, Nox adalah emulator yang cara installnya paling simpel, paling hemat RAM, dan yang paling penting menurut penulis adalah terasa paling ringan ketika dipakai. Ini membuat Nox sangat ideal untuk bermain game-game jaman now yang lumayan berat ūüėÄ

Cara menginstall Nox

Cara install Nox cukup mudah. Kita tinggal download di https://id.bignox.com/ , kemudian tekan tombol Unduh.

Unduh Emulator Nox

Penulis menggunakan laptop dengan OS Windows 10. Nox tersedia untuk OS Windows & Mac. Seharusnya proses instalasinya tidak jauh beda, antara di Windows dan di Mac. Setelah selesai mengunduh, jalankan file instalasinya. Penulis mendapat versi 6.0.2.0, yang dirilis tanggal 10 Januari 2018. Besar filenya 290 MB.

Kalau file instalasinya dijalankan, akan muncul jendela instalasi seperti ini. Kita tinggal mengklik tombol “Install” di tengah.

menginstall nox

Kemudian tunggu proses instalasinya sampai selesai. Penulis hanya menunggu kurang dari 1 menit, memakai laptop prosesor i7 & RAM 12GB.

Proses Instalasi Nox

Setelah proses instalasinya selesai, kita tinggal mengklik tombol Start untuk mulai menjalankan emulatornya. Jadi kita hanya perlu mengklik 2 tombol untuk menginstall & menjalankan Nox. Sangat efisien, bukan? He3..

Menjalankan Nox

Setelah mengklik tombol Start, ada proses untuk memulai emulatornya. Ini juga hanya berlangsung beberapa detik.

Nox mulai berjalan



Tutorial Penggunaan Nox

Kemudian ada 5 layar untuk tutorial penggunaannya. Tutorial ini hanya akan muncul ketika kita pertama kali menjalankan Nox. Berikut ini layar tutorial Nox yang pertama, menjelaskan fitur2 dasar Nox: Mengubah tema, mengelola resolusi tampilan, performa & shortcuts, mengakses fungsi getar, lokasi virtual dsb, shortcut layar rekomendasi app & game dan terakhir tombol-tombol utama yaitu Back, Home dan Recent tasks. Kita bisa mengklik bulatan ikon panah di kanan tengah untuk ke layar tutorial berikutnya.

tutorial pertama nox

Tutorial berikutnya menjelaskan fitur kontrol keyboard & mapping. Kita bisa memakai fitur ini untuk menggerakkan karakter2 ketika kita bermain game. Klik lagi bulatan di kanan untuk lanjut.

layar tutorial kedua nox

Layar tutorial ketiga menjelaskan fitur drag-drop file. Kita bisa menekan sambil menggeser file dari komputer ke jendela nox untuk membuat salinan file tersebut di nox.

layar tutorial ketiga nox

Layar tutorial ke-4 menjelaskan cara-cara instalasi aplikasi di emulator Nox. ada 3 cara. drag-drop apk nya, install dari google playstore, dan terakhir cari kemudian pilih file apk dari komputer.

layar tutorial nox ke-4

Tutorial terakhir menunjukkan banyak fitur Nox yang bisa kita akses cuma dengan mengklik ikon2 kecil di sebelah kanan. Fitur2 ini diantaranya adalah pengaturan lokasi virtual, fitur untuk merekam layar, mengambil screenshot, merotasi layar dan masih banyak lagi. Kemudian kita bisa mengklik tombol “Got It!” di bagian kanan bawah untuk mulai menggunakan Nox.

layar tutorial terakhir Nox

Akhirnya layar utama Nox muncul. Kita bisa memakai Nox untuk bermain game, menguji coba APK (untuk yang mengembangkan aplikasi android), bahkan selfie karena Nox bisa mengambil foto dengan memanfaatkan webcam di komputer / laptop kita, dengan aplikasi kamera di Nox.

layar utama Nox

Kesimpulan Mengenai Nox

Setelah memakai Nox selama beberapa hari, kesimpulan penulis mengenai emulator Nox adalah:
1. Nox lebih ringan jalannya dibandingkan emulator2 android lain yang ada saat ini.

2. Cara install Nox lumayan simpel.

3. Nox cocok untuk bermain game android di komputer

4. Satu-satunya kelemahan Nox menurut penulis adalah versi terbaru saat ini (ketika artikel ini ditulis), Nox masih hanya support OS Android Kitkat 4.4.2.

Demikian artikel pintar-android.com mengenai Nox. Anda bisa mengakses artikel-artikel lainnya di http://pintar-android.com/wordpress. Apakah Anda belum / sudah menggunakan Nox? Jika sudah, Anda bisa menulis pendapat di kolom komentar di bawah ini ūüôā

Semoga artikel ini bermanfaat. Like page pintar-android.com di Facebook (https://www.facebook.com/pintarandroid101) untuk mendapatkan notifikasi artikel2 berikutnya. Pasti berguna untuk Anda!

Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ

buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ

buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ

kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .

bayarnya bs pake pulsa